Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Bakso Murah Meriah Dengan Harga 200 Perak Bisa Bertahan di Blitar dan Masih Dicari, Ini Faktanya

Delta Dewi Pratiwi • Jumat, 7 Februari 2025 | 03:00 WIB
MURAH: Di Tengah Harga Bahan Baku Yang Naik, Ternyata Masih Ada Kuliner Bakso Dengan Harga Yang Sangat Ramah Di Kantong.
MURAH: Di Tengah Harga Bahan Baku Yang Naik, Ternyata Masih Ada Kuliner Bakso Dengan Harga Yang Sangat Ramah Di Kantong.

 

BLITAR - Luasono (60 tahun), adalah seorang pedagang bakso yang telah mencuri perhatian banyak orang dengan harga jual yang sangat terjangkau, mulai dari 200 perak per biji.

Dengan harga yang begitu murah, masyarakat, terutama pelajar, dapat menikmati bakso tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam. Luasono berjualan bakso di wilayah Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar. 

Konsep penjualannya yang menggunakan sistem prasmanan memungkinkan pembeli untuk memilih sendiri bakso yang diinginkan, dan melakukan pembayaran secara jujur sesuai dengan jumlah yang diambil. Ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pelanggan yang menghargai kejujuran dalam bertransaksi.

Awal mula Luasono membuka usaha bakso karena kebutuhan ekonomi. Sebelumnya, ia mencoba peruntungannya dengan menjual es potong keliling, namun usahanya tidak berhasil. Adi, anak Luasono, menceritakan bahwa ayahnya juga pernah berdagang angsle keliling tetapi gagal. Meskipun mengalami kegagalan, Luasono tidak menyerah dan mulai menjual bakso sedikit demi sedikit.

Baca Juga: Rekomendasi Kulineran Bakso Enak di Blitar, Blendi Sampai Tetelan Ada, Pecinta Bakso Wajib Kesini!

Pada awalnya, harga bakso yang dijualnya hanya 100 perak per biji. Pada tahun 2014, Luasono memutuskan untuk berjualan di rumah setelah beberapa kali tertunda berangkat jualan keliling karena ada pembeli. Keputusan ini ternyata membawa berkah, karena penjualan semakin meningkat.

Seiring berjalannya waktu, harga per biji bakso naik menjadi 200 perak hingga saat ini. Meskipun ada saran untuk menaikkan harga menjadi 500 perak, Luasono memilih untuk tidak melakukannya demi menjaga aksesibilitas bagi pelajar yang memiliki uang saku terbatas.Kualitas bakso yang dijual tetap menjadi prioritas meskipun harganya sangat murah.

Baca Juga: Bakso Urat Dieng di Blitar Jadi Favorit Santapan di Musim Hujan

Bakso ini terbuat dari olahan daging ayam dan tetap mempertahankan rasa yang enak. Selain itu, pembeli juga bisa memilih sendiri minuman dengan harga yang sangat bersahabat; es jeruk dijual seharga Rp 2.000 dan es teh seharga Rp 1000. Hal ini semakin menambah daya tarik bagi pelanggan yang ingin menikmati makanan dan minuman dengan harga terjangkau.

Dengan laba bersih sekitar Rp 200-300 ribu per hari, Luasono tidak mengutamakan keuntungan besar. Ia lebih memilih untuk menjalankan usahanya secara berkelanjutan dengan prinsip yang penting cukup.

“Lambat dikit gak papa yang penting terus menerus, jadi intinya gapapa sedikit yang penting tetap berjalan gitu” ujar Adi anak Luasono. Dengan semangat tersebut, Luasono terus melayani pelanggannya dan menjadi bagian dari komunitas lokal yang menyediakan makanan murah dan berkualitas. (*)

 

Editor : M. Subchan Abdullah
#kademangan blitar #bakso murah #pelajar #200 perak #kuliner