BLITAR – Sepanjang 2024, Museum Penataran di Kabupaten Blitar mencatat sekitar 39.720 pengunjung yang memadati tempat penyimpanan benda-benda bersejarah itu. Kenaikan pengunjung ini lebih tinggi dari 2023 lalu. Pengunjung didominasi dari kalangan pelajar yang mengadakan outing class.
Menurut staf Museum Penataran, pada awal tahun ini juga sudah banyak kalangan pelajar yang berkunjung di museum dalam kegiatan outing class. Namun, belum bisa dipastikan berapa jumlah pengunjung yang sudah berkunjung di awal tahun ini.
“Ya paling banyak dari pelajar, karena mereka mengadakan outing class, namun kalau secara total belum bisa dipastikan. Karena kebanyakan lembaga tidak mencantumkan seluruh data siswa yang berkunjung,” ujar Fakhrudin, saat dikonfirmasi koran ini.
Lembaga yang akan melakukan kegiatan outing class di Museum Penataran mengirimkan surat terlebih dulu ke pihak museum sekitar seminggu sebelum kegiatan. Dengan begitu, pihak museum bisa melakukan persiapan untuk menyambut pelajar dengan memperiapkan guide dan lainnya.
Kegiatan outing class, selain mendukung eksistensi museum juga berguna untuk menambah wawasan bagi pelajar, terutama sekolah dasar (SD) di tengah gempuran teknologi. “Di era sekarang, teknologi makin maju. Kemungkinan banyak anak yang kurang minat pergi ke tempat-tempat bersejarah,” katanya
Tak hanya itu, adanya kegiatan outing class ini mampu menambah lonjakan pengunjung di Museum Penataran. Ditambah dengan banyaknya kegiatan yang sering digelar juga menyumbang kenaikan kunjungan. “Ya bagus saat ini perkembangannya, karena di museum banyak kegiatan digelar dan ada peningkatan dibanding 2023 lalu,” ujar Fakhrudin.
Diketahui, Museum Penataran menggelar beberapa event pada 2024 seperti Lomba Vlog, Lomba Cerdas Cermat, Lomba Sinden, dan lainnya beberapa waktu lalu. Event tersebut juga menjadi penyumbang kenaikan antusiasme pengunjung yang datang.
Dari rekapan data bulanan, rata-rata dalam sebulan, Museum Penataran selalu dibanjiri sebanyak 2-4 ribuan pengunjung dari berbagai kalangan. Harapannya, kegiatan outing class terus tetap dilakukan. Karena selain menambah wawasan pengetahuan sejarah, juga berdampak positif kepada museum lantaran terus melakukan pengembangan agar pengunjung bisa lebih menikmati. (mg3/c1/ynu)
Editor : M. Subchan Abdullah