Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Vaksinasi Sapi Tak Mencukupi Kebutuhan, Disnakkan Kabupaten Blitar Tambah 22 Ribu Dosis Vaksin PMK

Dinda Umuhidayah • Jumat, 7 Februari 2025 | 20:00 WIB
DEMI SEHAT: Petugas dengan didampingi peternak melakukan vaksinasi kepada sapi yang ada di Kecamatan Garum beberapa waktu lalu.
DEMI SEHAT: Petugas dengan didampingi peternak melakukan vaksinasi kepada sapi yang ada di Kecamatan Garum beberapa waktu lalu.

 

BLITAR  – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar akan menerima tambahan puluhan ribu vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) dari Pemprov Jawa Timur. Obat untuk hewan ternak ini rencananya diambil pada minggu depan bersama dengan daerah lain. Dalam tahap tambahan vaksin ini, sapi perah tetap diprioritaskan mendapatkan suntikan vaksin lebih dulu.

Kepala Disnakkan Kabupaten Blitar, Eko Susanto, mengatakan bahwa akan menerima bantuan 22 ribu dosis vaksin PMK pada 11 Februari mendatang. Penyerahan vaksin rencananya dilakukan langsung oleh Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono. Tentu bantuan ini akan digunakan untuk melanjutkan program vaksinasi pada sapi perah sebagai prioritas utama.

“Sapi perah sebagian sudah divaksin pada tahap pertama lalu dengan 7 ribu vaksin. Sedangkan, jumlah sapi perah mencapai 21 ribu ekor. Nantinya, sisa vaksin diberikan kepada sapi potong yang jumlahnya mencapai 142 ribu ekor,” ujar Eko, Jumat (7/2/2025).

Dia melanjutkan, jumlah vaksin yang diterima masih belum mencukupi kebutuhan seluruh ternak di Bumi Penataran. Tentu Pemkab Blitar berharap ada bantuan vaksin lagi setelah ini.

Selain itu, dia juga terus melakukan sosialisasi untuk peternak dapat melakukan secara mandiri. Pemkab Blitar masih memprioritaskan sapi perah untuk vaksinasi. Karena jika terkena PMK, kerugian yang ditimbulkan lebih besar, baik dari segi daging maupun produksi susu.

Dia juga memastikan bahwa vaksin tersebut akan segera disalurkan kepada para peternak dan koperasi sapi perah. “Hingga 4 Februari lalu, total kasus PMK di Kabupaten Blitar mencapai 607 kasus. Dari jumlah tersebut, 388 ekor telah dinyatakan sembuh, 38 ekor mati, dan 167 ekor lainnya masih dalam kondisi sakit,” ungkapnya.

Disnakkan Kabupaten Blitar tetap mengimbau para peternak untuk meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan langkah-langkah pencegahan. Salah satunya adalah dengan menjaga kebersihan kandang, mengisolasi ternak yang menunjukkan gejala PMK, serta memastikan bahwa hewan yang baru dibeli telah mendapatkan vaksinasi yang cukup.

Selain itu, Pemkab Blitar juga terus melakukan sosialisasi kepada para peternak terkait bahaya PMK dan cara penanganannya.

“Kami bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk koperasi peternak dan dinas terkait, untuk memberikan edukasi mengenai pencegahan dan penanggulangan PMK. Dengan begitu, kami berharap kasus PMK dapat terus ditekan,” pungkas Eko. (jar/c1/ynu)

 

Editor : M. Subchan Abdullah
#pmk #22 Ribu Dosis Vaksin PMK #vaksinasi #disnakkan kabupaten blitar