Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Tabrak Pagar, Dua Anggota Perguruan Silat Tewas, Kapolres dan Ketua PSHT Imbau Tertib Lalu Lintas

Fajar Rahmad Ali Wardana • Selasa, 11 Februari 2025 | 23:30 WIB
Ilustrasi sepeda motor pascakecelakaan
Ilustrasi sepeda motor pascakecelakaan

BLITAR – Nahas dua anggota perguruan silat mengalami Kecelakaan lalu lintas di jalan umum Kelurahan Kalipang, Kecamatan Sutojayan, sekitar pukul 15.00 WIB Minggu (9/2). Motor yang dikendarai tiga orang itu, usai latihan pencak silat diduga mengalami kecelakaan tunggal. Akibatnya dua orang meninggal dunia di lokasi kejadian.

Kapolres Blitar AKBP Arif Fazlurrahman membenarkan bahwa korban kecelakaan ini merupakan anggota pencak silat. Mereka mengendarai sepeda motor Yamaha N-Max bernomor polisi AG 3991 KBD, dan pulang dari latihan. 

“Kecelakaan bermula ketika kendaraan  dikemudikan, MP, 19, seorang pelajar asal Lingkungan Purworejo, Kelurahan Sutojayan, melaju dari arah selatan ke utara. Saat mencoba mendahului sepeda motor lain, kendaraan yang dikendarainya selip,” ujar Arif, ketika ditemui di Taman Lalu Lintas, kemarin (10/2).

Dia melanjutkan, pengendara motor akhirnya oleng ke kanan. Dampaknya menabrak pagar di sisi timur jalan, hingga membuat MP meninggal dunia di tempat. Tidak hanya itu, salah satu penumpangnya, YRP, 23, seorang wiraswasta yang juga berasal dari Lingkungan Purworejo juga bernasib sama. Sedangkan, penumpang lainnya bernama Israj Yudistira Makutaram, 20, mengalami luka-luka dan saat ini menjalani perawatan di RS Mardi Waluyo Blitar.

Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengamankan barang bukti ke kantor unit Gakkum. Selain itu, pihak kepolisian berkoordinasi dengan Jasa Raharja untuk membantu proses santunan kepada korban dan melakukan penyidikan lebih lanjut. Kerugian materiil akibat kejadian ini diperkirakan mencapai Rp 1 juta.

“Ketika kami cek, para korban tidak memiliki surat izin mengemudi dan tidak menggunakan helm. Hal itu membuat risiko kecelakaan semakin tinggi. Maka dari itu, hari ini (kemarin, Red) kami memanggil para ketua perguruan silat untuk mengedukasi anak didiknya,” ungkapnya.

Arif berharap para ketua perguruan silat dapat mendidikan anggotanya untuk dapat tertib berlalu lintas. Selain itu, anggota pencak silat juga diimbau untuk tidak menonjolkan atributnya ketika di jalan raya. Hal itu untuk menghindari adanya konflik antar perguruan silat.

Sementara itu, Ketua PSHT Cabang Blitar Ibnu Sudibyo membenarkan adanya kecelakaan yang melibatkan anak didiknya. Namun dia tidak mengetahui secara lengkap terkait peristiwa tersebut.

Meskipun begitu, dia ikut menghimbau kepada anggotanya untuk tertib lalu lintas. “Memang kadang ada anggota kami yang tidak memakai helm atau tidak memiliki SIM. Kami imbau untuk melengkapi perlengkapan berkendara demi keselamatan. Selain itu, kami juga mengimbau kepada anggota untuk memakai atribut ketika latihan saja dan menyimpannya ketika berangkat atau pulang,” pungkasnya. (jar/din)

Baca Juga: Implementasi Inpres 1/2025, Kementerian ATR/BPN Lakukan Efisiensi Anggaran Tanpa Mengurangi Kualitas Layanan Masyarakat

Editor : Anggi Septian A.P.
#Anggota PSHT #Kecelakaan lalin