Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Musibah Kebakaran di Rumah Kepala SDN Gedog 1, Uang Tunai Rp 100 Juta Ikut Terbakar

Fajar Rahmad Ali Wardana • Selasa, 11 Februari 2025 | 23:22 WIB
Musibah Kebakaran di Rumah Kepala SDN Gedog 1, Uang Tunai Rp 100 Juta Ikut Terbakar
Musibah Kebakaran di Rumah Kepala SDN Gedog 1, Uang Tunai Rp 100 Juta Ikut Terbakar

BLITAR KAWENTAR – Uang tunai Rp 100 juta milik Kepala SDN Gedog 1, Kecamatan Sananwetan, Sugianto, hangus dilalap si jago merah. Musibah kebakaran menimpa pria warga Desa Bendowulung, Kecamatan Sanankulon, pada Minggu (9/2) malam. Musibah itu awalnya diketahui oleh penghuni rumah kos yang berada di samping lokasi kejadian. Nahas, pemilik rumah dan warga gagal menyelamatkan harta bendanya.

Kasi Penanggulangan dan Investigasi Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Blitar, Tedy Prasojo, membenarkan peristiwa tersebut. Pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 21.50 WIB dan segera menerjunkan tim ke lokasi. Enam ruang yang ada di rumah Sugianto terbakar habis, bahkan api melalap perabotan, dokumen penting, dan uang tunai sebesar Rp 100 juta. Api membakar ruang tengah, kamar belakang, kamar depan, ruang tamu, ruang belakang, dapur, dan 3/4 bagian atap genteng terbakar habis.

Petugas dan masyarakat bahu membahu berupaya memadamkan kobaran api yang menghanguskan rumah milik Sugianto. Namun, upaya itu membutuhkan perjuangan keras. Mulai mobil damkar hingga peralatan seadanya digunakan masyarakat sekitar untuk membantu memadamkan kobaran api. “Untungnya, dengan bantuan TNI, Polri, relawan, serta warga sekitar, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 23.30 WIB,” ujarnya.

Tedy melanjutkan, bahwa musibah diketahui berawal dari saksi Andin, 27, yang merupakan penghuni kos di dekat lokasi kejadian, mendengar suara letusan kecil. Mendapati kejanggalan itu, dia memberitahu pemilik kos dan ternyata sumber suara berasal dari rumah yang ada samping rumah kos. Saat dicek, terlihat asap tebal dan api mulai menjalar di rumah milik Sugianto.

Mengetahui ada musibah kebakaran di wilayahnya, ketua RT setempat segera melaporkan kejadian kepada kepala dusun, yang kemudian meneruskan informasi ke pihak Damkar Kabupaten Blitar. Tim damkar pun bergerak cepat dengan menyiapkan peralatan dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk membantu memadamkan api. “Api memang cukup lama dipadamkan, karena banyak barang yang mudah terbakar. Selain itu, api sudah besar hingga ke atap rumah, ketika kami tiba di lokasi kejadian. Namun, kami sudah maksimal berusaha memadamkan api,” ungkapnya.

Beruntung, dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa. Meski demikian, pemilik rumah mengalami kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp150 juta. Karena hampir seluruh bagian bangunan rumah berukuran 6 x 12 meter dilalap api. Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Pihak berwenang akan melakukan investigasi lebih lanjut untuk mengetahui sumber api yang menyebabkan kebakaran ini. Sayangnya, korban yang merupakan pegawai negeri sipil ini harus kehilangan rumah beserta dokumen penting bagi pekerjaannya, sebagai kepala sekolah. “Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama dengan memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman dan tidak meninggalkan peralatan elektronik menyala tanpa pengawasan,” pungkas Tedy. (jar/ynu)

BELUM BEROPERASI: Pengendara sepeda motor melintas di depan gedung APHT di Kecamatan Guluk-Guluk, Sumenep, Sabtu (8/2). (MOH. LATIF/JPRM)
BELUM BEROPERASI: Pengendara sepeda motor melintas di depan gedung APHT di Kecamatan Guluk-Guluk, Sumenep, Sabtu (8/2). (MOH. LATIF/JPRM)
Editor : Anggi Septian A.P.
#sdn 1 gedog #kebakaran