BLITAR – Kawasan sekitar komplek Monumen PETA (Pembela tanah air) tampak ramai dikunjungi warga kota Blitar mayoritas dihadiri oleh gen Z. Dalam rangka memperingati Perjuangan pemberontakan para pahlawan PETA, Pemerintah kota Blitar menyelenggarakan drama kolosal yang bertema” ”Dahana Cikal Kamardikaning Negara”. yang digelar kemarin jum’at , 14 Feberuari 2025.
Pertunjukan spektakuler berdurasi dua jam ini menyajikan kembali momen-momen heroik perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan Indonesia terutama di kota blitar yang dipimpin oleh Supriyadi. Melalui tarian, musik, dan dialog yang memukau, para seniman lokal berhasil membius penonton dan menghidupkan kembali semangat juang para pahlawan PETA.
Bertemu dengan salah satu pemeran utama dalam drama kolosal. Lizamul Firdaus Athoillah (24) pemeran tokoh Supriyadi ini mengungkapkan rasa haru dan bangga telah terpilih sebagai tokoh utama dalam drama kolosal ini. Ia pun juga pertama kali menjajal sebagai pemeran utama. Tak lepas dari itu iapun juga berpesan kepada para pemuda sebayanya agar selalu mengikuti jejak para pahlawan.
“Mungkin pemantik bagi semangat para generasi muda yang sangat bagus sekali event drama kolosal perjuangan PETA blitar Hari ini”. Ungkap Firdaus.
Antusiasme generasi muda yang hadir dalam peringatan perjuangan para pahlawan peta. Mulai dari Para pelajar, mahasiswa maupun para trnaga kerja yang masih muda yang ada di kota blitar menyaksikan secara langsung kegiatan ini.
Izaz Sakina (17), Siswa kelas 11 Kota blitar ini menjadi salah satu penonton drama kolosal pemberontakan PETA, mengungkapkan bahwa pertunjukan ini berhasil membangkitkan semangat nasionalisme.
"Drama ini sangat mengedukasi ya buat para remaja, terus ini menurutkuharus banget ada kaya gini soalnya anak muda bisa mengenang jasa-jasa para pahlawan ini, kita arti penting perjuangan dan pengorbanan para pahlawan," ungkapnya.
Suasana yang penuh sesak dikawasan kompleks peta ini tidak menyurutkan rasa semangat untuk menonton acara yang diselenggarakan setahun sekali. Gema Jelang Ramadhan (17) dan Khresna Kaniswara Rasendria (17). Pelajar Kelas 11 dari SMKN 1 Kota Blitar ini mengutarakan rasa senangnya hadir di kegiatan yang dapat menumbuhkan rasa nasionalisme setelah melihat perjuangan para pahlawan melawan penjajah melalui drama kolosal ini. Menurut mereka ini juga bagian dari mengisi waktu luang dengan hadir di acara ceremonial.
“Karena Penasaran. Seperti apasih karena baru pertama kali juga, sebelum sebelumnya ga pernah nonton meskipun warga kota blitar sendiri, penasaran bagaimana sih, perjuangan peta itu dulu buat membebaskan kota blitar dari para penjajah”. Ungkap Kedua pelajar tersebut.
Dini Agustina (19) merupakan penonton setia di setiap tahun, walaupun hanya melihat melaui youtube. Kali ini ia hadir di acara ini di kompleks peta secara langsung. Ia mengungkapkan bahwa tahun ini pelaksanaan drama kolosal cuacanya berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
“rame, seneng soalnya kan setiap tahun biasanya ada hujannya juga, tapi yang tahun ini Alhamdulillah cuacanya cerah”. Ungkapnya
Ia juga menambahkan sedikit pantun untuk drama kolosal ini.
“Ubur-ubur sambel matah. Drama kolosal Blitar apik lho cah”. Ungkap wanita cantik dengan senyumnya. (*)
Editor : M. Subchan Abdullah