Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Sejarah Kampung Kreatif Bathok di Kota Blitar, Transformasi Limbah Menjadi Karya Seni

Delta Dewi Pratiwi • Minggu, 16 Februari 2025 | 02:00 WIB
Kampung Kerajinan Berbahan Dasar Bathok Kelapa Yang Ada Di Desa Tanjungsari RW 09, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar
Kampung Kerajinan Berbahan Dasar Bathok Kelapa Yang Ada Di Desa Tanjungsari RW 09, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar

 

BLITAR - Kampung Bathok, yang terletak di Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, telah menjadi pusat kerajinan tempurung kelapa yang terkenal sejak 2009. Inisiasi kerajinan ini dimulai oleh Anas Faisol, yang terinspirasi dari pengalaman sebelumnya dalam industri kerajinan di Bali dan di makam Bung Karno.

Melihat potensi besar dalam memanfaatkan limbah batok kelapa yang melimpah di Blitar dan memanfaatkan tenaga kerja paruh waktu untuk mengembangkan sentra kerajinan ini. Pada tahun 2017, muncul himbauan untuk membentuk destinasi wisata di setiap kampung, yang mendorong masyarakat setempat untuk mengusulkan nama "Kampung Bathok".

Nama ini diusulkan karena adanya dua pengrajin utama, yaitu Anas Faisol dan Ismarofi. Dengan dukungan dari pemerintah setempat, Kampung Bathok mulai dikenal sebagai tempat kerajinan berbahan dasar batok dan wisata edukasi yang menarik bagi pengunjung.

Baca Juga: Bagaimana Teknologi Mendorong Modernisasi dan Adaptasi Industri Kerajinan Kendang Sentul? Simak Selengkapnya

Namun, perjalanan Kampung Bathok tidak selalu mulus. Pasca kebakaran dan pandemi memberikan dampak signifikan pada bisnis kerajinan ini.

“Dalam perkembangan selanjutnya, pernah kebakaran yang menghabiskan gudang dan saat pandemi juga, persaingan bisnis akhirnya semua tiarap. Pak Ismarofi tidak bisa bertahan, saya juga termasuk yang tidak bisa bertahan, akan tetapi saya bisa bertahan minimal saya berusaha servis untuk online, dulu saya masih punya reseller-reseller yang masih berjalan” ungkapnya.

Banyak pengrajin, termasuk Ismarofi, mengalami kesulitan untuk bertahan. Meskipun demikian, Anas Faisol berhasil mempertahankan usahanya dengan beralih ke pemasaran online dan tetap melayani pelanggan yang ada.

Baca Juga: Dengan Upaya Ini, UKM Kerajinan Tas Talikur yang Ada di Kabupaten Blitar Siap Tembus Pasar Internasional

Setelah pandemi, ada upaya untuk menghidupkan kembali potensi wisata dan kerajinan di Kampung Bathok. Dinas Pariwisata Kota Blitar menginisiasi kegiatan "Bale Latar Feast" untuk memperkuat sektor pariwisata. Anas Faisol ini mengelola Kampung Kreatif Bathok secara mandiri, dengan fokus pada edukasi dan pengalaman bagi pengunjung.

Hasil Kerajinan Dari Bathok Kelapa Bisa Disulap Menjadi Accesoris Fashion
Hasil Kerajinan Dari Bathok Kelapa Bisa Disulap Menjadi Accesoris Fashion

Kampung Bathok kini menawarkan berbagai produk kerajinan dari batok kelapa seperti tas, kalung, gelang dan gantungan kunci. Selain itu, mereka juga menyediakan program edukasi bagi sekolah-sekolah melalui "Edufan Trip", yang memungkinkan siswa belajar tentang proses pembuatan kerajinan batok secara langsung.

Dalam menghadapi tantangan modernisasi dan persaingan bisnis, Anas Faisol menyadari pentingnya inovasi dalam produk yang ditawarkan. Ia berusaha mengembangkan produk baru seperti wallpaper dari batok kelapa dan bisket dari arang batok. Ini menunjukkan komitmennya untuk tidak hanya bertahan tetapi juga berkembang dalam industri kerajinan.

Baca Juga: Memanfaatkan Peluang saat Pandemi, Pristy Ani Asmara dan Slamet Susanto Kompak Bikin Aneka Kerajinan Bambu Hingga Dipasarkan Luar Daerah

Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah pemasaran melalui media sosial. Anas Faisol mengakui bahwa ia masih belajar untuk memaksimalkan potensi media sosial dalam mempromosikan produknya. Namun, ia tetap optimis bahwa kreativitas dan inovasi akan membuka peluang baru bagi Kampung Bathok.

Anas Faisol menyampaikan bahwa pengrajin lain yang ada di Blitar harus kreatif dan tetap  menjadi pionir.

“Untuk tetap kreatif dan kalau bisa kita itu jadi pionir, kalau dulu ada iklan rokok Other Can Only Follow, yang lain itu hanya bisa mengikuti” ujarnya.

Ia percaya bahwa dengan melakukan riset pasar yang tepat dan berkolaborasi dengan sesama pengrajin, mereka dapat menemukan cara baru untuk menarik perhatian pasar.

Kampung Bathok tidak hanya menjadi tempat produksi kerajinan tetapi juga simbol ketahanan masyarakat lokal dalam menghadapi tantangan ekonomi. Dengan dukungan pemerintah dan inisiatif individu seperti Anas Faisol, kampung ini terus berupaya untuk maju dan berkembang sebagai destinasi wisata edukatif yang ada di Kota Blitar. (*)

Editor : M. Subchan Abdullah
#blitar #tanjungsari #kerajinan #Kampung Kreatif #Kampung Kreasi Wisata Edukasi #batok kelapa