Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Komisioner Bawaslu Kabupaten Blitar Ini Punya Kesibukan Unik di Luar Tugas Pengawasan, Penasaran Seperti Apa?

Agus Muhaimin • Minggu, 16 Februari 2025 | 21:00 WIB
CEKATAN: Koordinator Divisi SDM, Organisasi, Pendidikan dan Pelatihan, Bawaslu Kabupaten Blitar, Narsulin.
CEKATAN: Koordinator Divisi SDM, Organisasi, Pendidikan dan Pelatihan, Bawaslu Kabupaten Blitar, Narsulin.

 

BLITAR - NURSULIN memang sudah jarang bersinggungan dengan perangkat komputer. Namun, bukan berarti komisioner Bawaslu Kabupaten Blitar ini meninggalkan kegiatan yang sudah digeluti belasan tahun tersebut.

Bahkan, dia berencana menghidupkan kembali usaha yang sementara ditinggal karena harus fokus menjalankan tugas pengawasan ini.
“Sejak 2002 saya sudah bergelut dengan lingkungan teknologi informasi, termasuk komputer,” katanya.

Hal itu bukan karena Narsulin punya kegemaran di bidang teknologi. Sebaliknya, bidang ini harus ditekuni lantaran memiliki peluang pendapatan yang menjanjikan.

“Kebetulan sejak sekolah menengah, orang tua sudah pesan agar belajar memenuhi kebutuhan sendiri, termasuk untuk kepentingan pendidikan. Jadi saat itu sudah harus berpikir mencari duit sendiri. Nah, peluang yang bagus adalah di IT,” katanya.

Perjalanan usahanya di bidang teknologi tidak selalu mulus. Di awal merintis usaha, dia kerap mengalami kerugian. Maklum, dia tidak memiliki pengetahuan dasar tentang IT. Narsulin harus belajar secara otodidak untuk memahami berbagai aspek teknis dan bisnis di bidang ini.

Selain itu, dinamika perkembangan teknologi yang sangat cepat menjadi tantangan tersendiri.
“Setiap beberapa bulan sekali selalu ada produk baru dengan spesifikasi lebih baik dan harga lebih murah. Kalau barang tidak cepat terjual, bisa berisiko merugi,” ujar lulusan teknis mesin ini.

Pelayanan cepat dibutuhkan dalam usaha jasa dan pedagangan. Hal ini menjadi tantangan yang harus ditaklukkan oleh oleh setiap pelaku usaha.

“Penyedia jasa bukan produsen barang yang bisa mengganti langsung ketika ada kerusakan. Apalagi masih dalam masa garansi. Nah ini yang kadang tidak dipahami oleh pelanggan. Mereka mau cepat tapi proses untuk klaim garansi butuh waktu,” tegasnya.

Meskipun sempat mengalami pasang surut dalam bisnis elektronik, Narsulin tetap bersemangat mencari peluang baru. Namun, alih-alih melanjutkan pendidikannya ke bidang teknik elektro atau IT, justru memilih jurusan hukum.

Baginya, hukum adalah bidang yang penuh tantangan dan memiliki prospek yang besar di masa depan.

 

Keputusan itu tidak sepenuhnya salah. Sebagai komisioner Bawaslu, dia kini bertugas memastikan jalannya pemilu yang adil dan transparan. Meskipun saat ini fokusnya lebih banyak di dunia hukum dan kepemiluan, minatnya terhadap IT tetap ada. Baginya, pemahaman teknologi tetap menjadi bekal penting, terlebih banyak aspek kepemiluan juga sudah beralih ke sistem berbasis teknologi.

“Karena harus fokus, saya off sementara dari lingkungan IT. Tapi kalau hanya sekedar bantu kebutuhan perawatan kecil milik teman tidak masalah,” katanya sembari terkekeh.

Rencananya, Narsulin akan kembali terjun di kegiatan usaha lama tersebut pasca-tidak menjadi bagian pengawasan pemilu. Namun, hal itu tidak mungkin dilakukan dalam waktu dekat mengingat periode jabatannya yang berakhir pada 2028 mendatang. (hai/din)

Editor : M. Subchan Abdullah
#komisioner #Bawaslu Kabupaten Blitar #teknologi #komputer #Kesibukan