BLITAR - Stadion Soeprijadi, Kota Blitar, masih menjadi home base Arema FC di laga lanjutan putaran kedua BRI Liga 1. Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar telah memberikan izin kepada manajemen Arema FC untuk menggunakan kembali stadion kebanggaan warga Bumi Bung Karno itu.
Kepada Pemkot Blitar, Arema FC mengajukan izin hanya untuk dua pertandingan. Yakni, pertandingan melawan PSS Sleman (17/2) dan PSIS Semarang (24/2). Hal itu harus dilakukan Arema FC lantaran Stadion Kanjuruhan, Malang, belum bisa digunakan karena masih dalam pembenahan.
Laga pekan 23 pada pekan depan bakal dilalui oleh Arema FC tanpa penonton. Hal itu sengaja dilakukan oleh manajemen karena dalam rangka menghemat pengeluaran atau bahasa kerennya efisiensi. “Karena jika tetap menggelar laga dengan penonton, ada dana tambahan hampir 100 juta rupiah yang harus dikeluarkan,” ungkap General Manager Arema, Yusrinal Fitriandi.
Dana ratusan juta itu, jelas dia, digunakan untuk memenuhi kebutuhan pengamanan, pemenuhan fasilitas pendukung, hingga penambahan personel panitia pelaksana (panpel). “Jujur ini keputusan yang terasa sangat berat. Namun, kami harus realistis,” lanjutnya.
Menurut Inal, ada skala prioritas terkait finansial klub. Harus ada objek operasional yang diefisiensikan. “Tujuannya agar manajemen tetap bisa memenuhi kewajiban gaji dan bonus untuk tim,” ujarnya.
Untuk diketahui, tiket pertandingan merupakan salah satu sumber pendapatan bagi manajemen klub. Namun, kondisi di Arema FC saat ini jauh berbeda daripada sebelumnya. Jumlah penonton yang menyaksikan laga home langsung di stadion begitu minim.
Adanya kondisi tersebut tentu tidak cukup untuk menutup biaya penyelenggaraan laga kandang. Padahal, upaya memindah home base agar lebih dekat dengan Malang sudah dilakukan. Sebab, pada musim lalu, Arema FC bermarkas di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.
Nah, saat berpindah ke Stadion Soeprijadi, Kota Blitar, Arema berharap animo Aremania jauh lebih tinggi. Namun, harapan itu tidak sepenuhnya jadi kenyataan.
Ketika nanti bermain di Stadion Kanjuruhan, Malang, diharapkan justru sebaliknya. Aremania bisa memberikan dukungan penuh sehingga jadi kontribusi nyata untuk menjaga eksistensi klub. (sub/c1/din)
Editor : M. Subchan Abdullah