BLITAR - Menjelang bulan Ramadhan, makam Hadratusyaikh KH Hasyim Asy'ari di Pesantren Tebuireng, Jombang, menjadi tujuan utama ziarah bagi umat Islam dari berbagai daerah. Kompleks makam ini tidak hanya menjadi tempat peristirahatan terakhir tokoh besar pendiri Nahdlatul Ulama (NU), tetapi juga simbol pentingnya warisan keagamaan dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
Tradisi ziarah ke makam leluhur dan tokoh agama merupakan bagian tak terpisahkan dari budaya masyarakat Indonesia menjelang Ramadhan.”Ya memang kalo menjelang puasa, tempat ziarah itu rame sekali, dari berbagai daerah dan bahkan ada yang baru datang sebelum shubuh” Ujar peziarah.
Para peziarah datang untuk menghormati, berdoa, dan mengenang jasa-jasa KH Hasyim Asy'ari serta tokoh-tokoh lain yang dimakamkan di kompleks tersebut, termasuk KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), KH Abdul Wahid Hasyim, KH Yusuf Hasyim, dan KH Salahudin Wahid.
Baca Juga: Silaturahmi Direktur RaTu, Sambangi Perpustakaan dan Ziarah Makam Bung Karno Blitar
Lonjakan jumlah peziarah ini mencerminkan rasa hormat yang mendalam terhadap tokoh-tokoh Islam yang telah berjasa dalam sejarah Indonesia. Pesantren Tebuireng, yang didirikan oleh KH Hasyim Asy'ari, bukan hanya dikenal sebagai lembaga pendidikan terkemuka, tetapi juga sebagai tempat ziarah yang penting bagi umat Islam.
Para peziarah datang dari berbagai kota menggunakan berbagai moda transportasi, seperti bus pariwisata, mobil dan sepeda motor. Mereka memadati area makam, memanjatkan doa, dan membaca ayat-ayat suci Al-Quran. "Padahal hari-hari biasa tidak terlalu ramai, saat itu saya bisa duduk hingga berjam-jam, tapi menjelang ramadhan ini, saya duduk hanya sebentar saja" Ungkap Dewi peziarah asal Blitar. Suasana khusyuk sangat terasa di kompleks makam ini, terutama pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadhan.
Pengelola makam dan pesantren Tebuireng telah menyediakan berbagai fasilitas untuk kenyamanan para peziarah, seperti tempat shalat, kamar mandi, area parkir, museum, dan aksesoris di sepanjang jalan menuju makam. Selain itu, terdapat pula makam ayah KH Hasyim Asy'ari, Kiai Asy'ari, yang juga ramai dikunjungi peziarah. Makam Kiai Asy'ari terletak sekitar 3 kilometer dari Pesantren Tebuireng.
Tradisi ziarah ini tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa, tetapi juga melibatkan anak-anak dan remaja. Santri dari berbagai Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) juga turut berziarah ke makam KH Hasyim Asy'ari dan Gus Dur sebagai bagian dari kegiatan tahunan.
Ziarah ke makam KH Hasyim Asy'ari dan tokoh-tokoh lainnya di Jombang menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk merenungkan nilai-nilai keagamaan serta kebangsaan. Selain itu, ziarah ini juga menjadi ajang silaturahmi dan mempererat ukhuwah Islamiyah antar sesama peziarah.
Dengan semakin dekatnya bulan Ramadhan, diharapkan tradisi ziarah ini dapat terus dilestarikan sebagai bagian dari upaya menjaga dan menghormati warisan keagamaan serta sejarah bangsa. (*)
Editor : M. Subchan Abdullah