BLITAR - Berbisnis dari hati, apalagi berawal dari hobi, menjadikan setiap prosesnya lebih menyenangkan. Saat passion bertemu ketekunan, bukan hanya keuntungan yang didapat, melainkan juga kebahagiaan dalam setiap karya yang dihasilkan. Termasuk Wiwik Narwati, warga Kelurahan/Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar.
Suasana kios rumahan yang berlokasi di Jalan Srigading, Kecamatan Kepanjenkidul, siang itu begitu tenang. Berbagai perlengkapan merajut hingga karya yang telah jadi ditata rapi sedemikian rupa, hingga membuat betah siapa pun yang singgah.
Tampak sesosok perempuan yang tengah sibuk merajut di bagian pembayaran gerai itu. Tangannya lihai menggerakan helaian benang menjadi untaian-untaian karya seni yang indah. Iya, dia adalah Wiwik Narwati.
“Iya, saya dulunya berawal dari hobi, jauh sebelum tahun 1995. Namun, saya baru berani memiliki brand dan membuka usaha di bidang karya seni ini mulai tahun 1995. Lokasinya tetap di sini. Tidak pernah berubah,” ungkapnya, mengawali pembicaraan, Jumat (21/2/2025).
Dia mengaku produksi rajutan miliknya awalnya sederhana. Hanya berupa kurung bantal dan tempat tisu kain.
Namun, dengan keahlian yang semakin diasah secara otodidak, koleksi kreasinya kian beragam. Dia kini mampu membuat berbagai produk mulai dari boneka rajut, tas, dompet, hingga suvenir unik berbahan rajut.
“Iya, semakin lama semakin akrab dengan benang dan jarum rajut. Tak hanya pembeli dari luar kota, kurung bantal buatan saya juga menembus pasar internasional di Amerika,” kenang perempuan berusia 61 tahun itu.
Di ruangan kecil di rumahnya, Wiwik menghabiskan waktu merajut pesanan pelanggan. Tidak hanya dari dalam kota, hasil karyanya juga diminati pembeli dari berbagai daerah besar seperti Jember, Surabaya, dan Jakarta.
“Awalnya hanya iseng, tapi saya tekuni dan akhirnya berkembang. Sekarang pesanan datang dari mana-mana,” ujarnya.
Meski usianya tak lagi muda, semangatnya tetap membara. Dalam satu bulan, dia mampu menghasilkan ratusan produk rajut.
Harga yang ditawarkan pun bervariasi mulai dari Rp 30 ribu hingga Rp 700 ribu. Tergantung ukuran dan tingkat kesulitan produk yang dipesan.
“Anak kedua saya juga menyukai kegiatan merajut. Saat ini anak saya menekuni seni rajut Amigurumi, boneka rajut yang sering digunakan untuk hand bouquet pernikahan maupun wisuda. Saya sangat terbuka dengan siapa saja yang ingin belajar untuk merajut,” pungkasnya. (*/c1/din)
Editor : M. Subchan Abdullah