BLITAR – Situasi aman dan kekeluargaan antarperguruan silat di Kabupaten Blitar terus menjadi perhatian Ikatan Pencak Silat Seluruh (IPSI) Indonesia. Sebab dengan begitu akan menjadikan suatu wilayah akan kondusif.
Apalagi jumlah anggota perguruan silat di Bumi Penataran ini sekitar 40 ribu. Maka koordinasi dan silaturahmi merupakan langkah taktis.
“Sebagian besar anggota perguruan silat merupakan anak muda. Jadi semua pengurus-perguruan silat masing-masing harus saling menjaga,” kata Ketua IPSI Kabupaten Blitar, Katiman, saat penandatanganan Komitmen Deklarasi Damai Antarperguruan Silat di Polres Blitar.
Dia mengaku, IPSI ini merupakan wadah dari seluruh perguruan silat untuk bersilaturahmi, bertukar pikiran, serta menyusun program. Maka pengurus IPSI yang tergabung di kepengurusan perguruan silat, bisa jadi jembatan untuk komunikasi.
Selain itu, IPSI merupakan sarana bagi anggota perguruan silat untuk bisa berprestasi. Sebab IPSI tergabung dengan KONI. Jadi ketika ada event, tentu akan memiliki peluang.
Terbukti di Porprov Jatim tahun 2023 bisa menyumbang medali emas, perak, perunggu. “Artinya anggota perguruan silat ini memiliki bakat,” ungkapnya.
Baca Juga: Latihan Rutin Setiap Pekan, Ekskul Pencak Silat Jadi Motivasi Anggota Ukir Prestasi Gemilang
Dengan langkah semakin sering membuat event, merupakan sebagai upaya untuk silaturahmi dengan perguruan silat lain. “Tidak hanya anggota perguruan silat, namun para pengurus perlu untuk sering kumpul, agar lebih akrab serta bisa saling mengenal,” katanya.
Namun tidak dipungkiri masih ada beberapa perilaku dari anggota perguruan silat belum tertib dan memancing tindakan tidak terpuji atau provokatif.
Maka, lanjut dia, perlu dihindari beberapa sikap bisa memancing anggota perguruan silat lain. Termasuk menggunakan atribut di jalan umum atau ruang publik, konvoi, kibarkan bendara ketika ada keramaian.
Dengan sikap-sikap tersebut memang perlu ada kesadaran semua anggota silat. “Pencak silat ini sejatinya ada beberapa hal yang esesni ditekankankan,” tandasnya.
Dia menegaskan, jika pencak silat merupakan bela diri. Artinya tidak pantas menyerang seseorang dan suka pamer.
Untuk poin kedua, pencak silat itu merupakan pengendalian diri. Jadi tidak mudah tersinggung dan memilih santun ketika bertindak. “Jika ada yang melempar dan anarkis, berarti tidak memahami seni pencak silat,” cetusnya.
Selanjutnya, pencak silat merupakan cara untuk mengenal diri sebagai manusia. Maka saling menghargai satu dengan yang lain.
Terakhir, pencak silat adalah mengembalikan manusia kepada Tuhan. Dengan demikian taat aturan sesuai norma berlaku. (jar/din)
Editor : M. Subchan Abdullah