Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Diawali Blunder Kiper Dicki Agung, Arema FC Gagal Menang usai Ditahan Imbang PSIS Semarang di Stadion Soeprijadi

Muhamad Ilham Baha’udin • Selasa, 25 Februari 2025 | 04:00 WIB
DITEMANI HUJAN LEBAT: Charles Lokolingoy melakukan selebrasi usai mencetak gol kedua ke gawang PSIS Semarang, kemarin (24/2).
DITEMANI HUJAN LEBAT: Charles Lokolingoy melakukan selebrasi usai mencetak gol kedua ke gawang PSIS Semarang, kemarin (24/2).

 

BLITAR – Arema FC harus puas berbagi poin setelah ditahan imbang PSIS Semarang dengan skor 2-2 dalam lanjutan BRI Liga 1 2024/2025 di Stadion Soeprijadi Kota Blitar, Senin (24/2/2025). Tim berjuluk Singo Edan itupun gagal menang di kandang sesuai target.

Arema FC tampil agresif pada awal laga. Baru lima menit pertandingan berjalan, Singo Edan langsung membuka keunggulan melalui gol Gildson Oliveira. Berawal dari sundulan Charles Lokolingoy yang ditepis kiper PSIS, bola langsung disambar Oliveira untuk membawa Arema memimpin 1-0.

Unggul satu gol, Arema tak mengendurkan serangan. Di menit ke-27, Charles Lokolingoy menggandakan keunggulan tuan rumah. Menerima umpan tarik Salim Tuharea dari sisi kiri, Lokolingoy sukses menaklukkan Syahrul Trisna. Arema FC memimpin 2-0.

PSIS yang tertinggal tak tinggal diam. Tim asuhan Gilbert Agius meningkatkan intensitas permainan mereka. Hasilnya, di menit ke-32, Mahesa Jenar sukses memperkecil ketertinggalan lewat gol Sudi Abdallah.

Gol itu tercipta akibat blunder dari kiper Arema FC, Dicki Agung. Tendangan gawang Dicki berhasil diblok oleh Sudi. Bola pun memantul hingga masuk ke gawang yang dijaga Dicki. Skor pun berubah menjadi 2-1 hingga turun minum.

15 menit sebelum laga berakhir, pertandingan sempat dihentikan lantaran cuaca tidak mendukung. Hujan lebar disertai petir membuat laga dihentikan sementara demi keamanan.

Memasuki babak kedua, Arema FC melakukan pergantian pemain dengan memasukkan Samuel Balinsa menggantikan Salim Tuharea. Singo Edan kembali tampil dominan di awal paruh kedua, beberapa kali membombardir lini pertahanan PSIS.

Namun, selepas menit ke-60, jalannya pertandingan semakin berimbang dengan kedua tim saling jual beli serangan.

Petaka bagi Arema terjadi dua menit sebelum waktu normal berakhir. PSIS mendapatkan hadiah penalti setelah Gali Freitas dijatuhkan Dicki Agung di kotak terlarang. Sudi Abdallah yang maju sebagai algojo sukses menuntaskan tugasnya dengan baik, membuat skor imbang 2-2.

Hingga peluit panjang berbunyi, skor tidak berubah. (ham/sub)

Editor : M. Subchan Abdullah
#Stadion Soeprijadi #Blunder #bri liga 1 #Arema FC #psis semarang #Kota Blitar #Kiper Dicki Agung