Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Diterjang Banjir saat Hujan Deras, Jembatan Kali Complang di Kabupaten Blitar Ini Ambrol

Fajar Rahmad Ali Wardana • Rabu, 26 Februari 2025 | 05:00 WIB
DIBLOKADE: Jembatan Kali Complang putus usai diterjang luapan air sungai karena hujan dengan intensitas tinggi, pada Senin (24/2) sore.
DIBLOKADE: Jembatan Kali Complang putus usai diterjang luapan air sungai karena hujan dengan intensitas tinggi, pada Senin (24/2) sore.

 

BLITAR – Jembatan Kali Complang yang menghubungkan Desa Ponggok dan Desa Kebonduren, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar ambrol setelah diterjang banjir pada Senin (24/2/2025) sore.

Akibatnya, akses dari dan menuju kedua desa terhambat. Warga setempat pun terpaksa harus berputar sejauh 5 kilometer (km). 

Warga setempat telah memasang bambu dan papan peringatan untuk menutup jembatan tersebut. Badan jembatan yang sebelumnya sudah mengalami retak-retak, kini sebagian amblas.

Diketahui pada pada Senin (24/2) sore terjadi hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Blitar. “Hujan lebat yang mengguyur sejak siang menyebabkan arus sungai meningkat drastis. Sekitar pukul 16.00 WIB, badan jembatan ambrol terbawa arus suangai yang cukup deras,” ujar Marsudi, warga Desa/Kecamatan Ponggok, Selasa (25/2/2025).

Tanda-tanda kerusakan jembatan, kata dia, sebenarnya sudah terlihat sejak dua minggu lalu. Warga sudah melaporkan kondisi itu ke pemerintah desa, namun belum ada tindakan. Puncaknya, kemarin saat hujan deras, jembatan akhirnya ambrol.

Akibat kejadian ini, warga yang biasa melintas di Jembatan Kali Complang, kini harus memutar sejauh 5-7 km. Harapannya, segera ada penanganan dari pemerintah, karena kondisi ini berdampak pada perekonomian warga.

“Biasanya warga Desa Ponggok ke Pasar Cangkring lewat sini. Begitu juga warga Kebonduren yang hendak ke Ponggok atau ke Kota Blitar. Tentu hal ini berdampak pada perekonomian warga setempat,” ungkapnya.

Kamituwo Desa Ponggok, Agung Kresmeiyanto membenarkan, jembatan ini merupakan jalur utama bagi warga dua desa. Melihat kondisi pascabencana, pemerintah desa akan menggelar musyawarah untuk mencari solusi.

Kemungkinan pemerintah desa akan membangun jembatan darurat agar warga bisa melintas.

Namun, dia mengakui, pembangunan jembatan permanen membutuhkan dana besar dan koordinasi lebih lanjut dengan pihak terkait.

 

“Ini bangunan lama sudah puluhan tahun. Kami sudah pernah mengusulkan perbaikan, namun tidak ada respons. Hingga akhirnya jembatan putus,” tuturnya. (jar/ynu)

 

Editor : M. Subchan Abdullah
#diterjang banjir #kecamatan ponggok #Kabupaten Blitar #hujan deras #ambrol #Jembatan Kali Complang