Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Dampak Kasus Dugaan Korupsi Pertamina, Konsumen BBM Pertalite di Blitar Beralih ke Bahan Bakar Shell

M. Subchan Abdullah • Jumat, 28 Februari 2025 | 14:00 WIB
TERDAMPAK: Pengguna BBM Shell di Blitar meningkat setelah viral kasus dugaan oplos BBM di Pertamina, kemarin (27/2).
TERDAMPAK: Pengguna BBM Shell di Blitar meningkat setelah viral kasus dugaan oplos BBM di Pertamina, kemarin (27/2).

 

 

BLITAR – Kasus dugaan korupsi yang menyeret sejumlah petinggi PT Pertamina membawa dampak terhadap penjualan bahan bakar minyak (BBM). Tak hanya di Pertamina, tetapi juga pada perusahaan BBM lain, salah salah satunya adalah Shell.

Sebagaimana diketahui, di Kota Blitar berdiri stasiun pengisian BBM milik Shell. Lokasinya berada di timur pelataran parkir Pusat Informasi Perdagangan dan Pariwisata (PIPP).

Stasiun pengisian BBM satu-satunya itu terkena pengaruh dari viralnya kasus dugaan korupsi di tubuh Pertamina dengan modus mengoplos bahan bakar jenis Pertalite menjadi Pertamax.

Seperti pantauan di lokasi, suasana di stasiun pengisian bahan bakar Shell tak jauh berbeda dengan di SPBU Pertamina. Meski lebih tampak sepi, tetapi pengguna kendaraan datang silih berganti untuk mengisi BBM. Baik itu dari pengguna kendaraan roda empat maupun roda dua atau sepeda motor.

Site Manager Shell Blitar, Yohana Stofia mengatakan, sejak kasus dugaan korupsi di Pertamina mencuat terjadi peningkatan pembelian BBM Shell. Peningkatannya mencapai sekitar 50 persen.

”Peningkatan yang signifikan ini terasa 2 hari terakhir ini. Terutama setelah kasus korupsi di Pertamina,” ungkapnya kepada koran ini, Jumat (28/2/2025).

Dia menjelaskan, peningkatan penjualan itu diperkirakan karena pengaruh kasus dugaan oplosan BBM Pertalite menjadi Pertamax di Pertamina. Dengan begitu, sebagian masyarakt memutuskan untuk beralih ke produk Shell.

”Selain itu, juga mungkin karena ada yang sudah tahu kualitas dari produk Shell yang dinilai lebih bagus,” katanya.

Namun, jauh sebelum kasus dugaan oplos BBM di Pertamina viral, pengguna BBM Shell sudah ada dan meningkat secara perlahan. Penggunannya datang dari kalangan orang dewasa hingga pelajar. ”Jadi hampir semua kalangan usia sudah menggunakan Shell,” ujarnya.

 

Ada dua jenis BBM yang disediakan di perusahaan berlambang kerang itu. Yakni BBM dengan RON 92 (Super) dan Ron 95 (V-Power). Untuk bahan bakar jenis Super dibanderol dengan harga Rp 13.350 per liter sedangkan jenis V-Power dibanderol Rp 13.940 per liter. (sub/din)

Editor : M. Subchan Abdullah
#korupsi pertamina #Oplos BBM #shell #pertamax #pertalite #Kota Blitar