BLITAR - Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Kota Blitar meraih gelar juara umum II dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Pencak Silat PSHT se-Jawa Timur.
Mereka berhasil membawa pulang 4 medali emas, 2 medali perak, serta 1 medali perunggu. Ketua PSHT Cabang Kota Blitar Miskan Hadi Prasetyo mengungkapkan rasa syukurnya atas pre stasi yang diraih timnya.
Kompetisi ini digelar di GOR Jayabaya, Kota Kediri, yang diikuti oleh 28 kontingen dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Timur. Berlangsung dari Jumat (21/2/2025) hingga Minggu (23/2/2025) lalu.
“Kontingen PSHT Kota Blitar berhasil meraih gelar juara umum II. Serta salah satu atlet kami, Gattan Mahendra, mendapat anugerah sebagai Atlet Terbaik Kategori Putra,” ujar Miskan, Sabtu (1/3/2025).
Dia melanjutkan, dalam kejuaraan ini, PSHT Kota Blitar mengirimkan perwa kilannya yang terdiri dari 10 atlet kelas tanding, 1 atlet seni tunggal, serta 2 tim seni beregu putra dan putri. Kontingen ini berhasil mengumpulkan total 4 medali emas, 2 medali perak, dan 1 medali perunggu, serta berhak membawa pulang trofi juara umum II dan uang pembinaan.
Menurut dia, PSHT Kota Blitar sejak awal memang menargetkan untuk keluar sebagai juara umum. Para atlet pun sangat serius untuk membawa pulang medali demi membawa harum nama Kota Blitar di kancah Jawa Timur.
Selain itu, ke berhasilan ini merupakan hasil dari kerja keras semua pihak yang terlibat, terma suk pengurus PSHT Kota Blitar, pelatih, atlet, orang tua, sekolah, serta dukungan dari Pemkot Blitar.
“Prestasi ini tidak boleh membuat kami cepat ber puas diri. Masih ada banyak kompetisi ke depan yang harus kami songsong dengan semangat dan latihan yang lebih keras. Karena dalam ajang ini, Kota Blitar menduduki posisi kedua atau di bawah Kabupaten Ngawi yang kelu ar sebagai juara umum dalam Kejurprov Jatim 2025 ini,” ungkapnya.
Sebenarnya, Kota Blitar dan Kabupaten Ngawi sama sama mendapatkan 4 medali emas. Namun, PSHT Kota Blitar kalah dalam perolehan medali perak dan perunggu. Dia tetap mengingatkan kepada para atlet untuk selalu rendah hati dan tidak cepat berpuas diri.
“Jangan hanya melihat kemenangan, tapi juga ingatlah kekalahan kekalahan yang pernah dialami. Dari situlah semangat berlatih harus terus tumbuh,” pungkasnya.(jar/ c1/din)
Editor : M. Subchan Abdullah