BLITAR – Sejumlah pedagang yang berjualan di kawasan Sport Centre Kota Blitar mengadukan keresahan mereka ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Blitar, Jumat (28/2).
Mereka menolak kehadiran pedagang baru yang mulai menjajakan dagangannya di area tersebut. Para pedagang lama menganggap keberadaan pedagang baru tidak sesuai dengan kesepakatan awal. Yakni, area Pujasera Sport Centre diperuntukkan khusus bagi warga sekitar Kelurahan Bendo, Kecamatan Kepanjenkidul.
“Dulu, pujasera ini me mang untuk warga sekitar Bendo, tapi sekarang jumlah pedagang terus bertambah dari luar kawasan,” ujar Ketua Paguyuban Pedagang Pujasera Sport Centre, Heri Prasetyo, Sabtu (1/3/2025).
Namun, pedagang baru membantah tudingan ter sebut. Mereka mengeklaim tidak merebut pelanggan atau lahan pedagang lama. Bahkan, mereka telah berinisiatif menambah fasilitas, termasuk memasang alas teralis besi di atas parit agar dagangannya lebih tertata.
“Sebenarnya hanya relokasi dari depan Persatuan Angkat Besi Indonesia (PABSI), tapi pedagang atas mengira ada penambahan. Saya pribadi sudah berjualan di depan PABSI sejak awal 2024. Agar bisa menempati itu, kami iuran, karena lokasinya di atas parit. Untuk memasang tralis itu sekitar Rp 600 ribu sekian,” beber salah satu pedagang baru, Kani Selvina.
Menanggapi polemik ini, Komisi II DPRD Kota Blitar bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Blitar menggelar rapat bersama perwakilan pedagang.
Ketua Komisi II DPRD Kota Blitar, Yohan Tri Waluyo, mengatakan bahwa masalah ini seharusnya dapat diselesaikan melalui musyawarah paguyuban tanpa perlu dibawa ke DPRD.
“Kami beri waktu satu minggu bagi pedagang untuk berdiskusi mencari solusi terbaik. Karena ini menyangkut perekonomian masyarakat,” tegasnya.
Dia menegaskan bahwa pedagang baru tidak mengambil alih lapak pedagang lama dan tetap membayar retribusi sesuai aturan yang berlaku. “Jika dalam sepekan tidak ada kesepakatan, maka pengelolaan kawasan ini bisa diminta kembali ke dinas terkait,” bebernya.
Sementara itu, Kepala Dispora Kota Blitar M Aminurcholis menegaskan siap memfasilitasi dialog lanjutan antara kedua belah pihak.
“Secara kewenangan memang bukan tugas dis pora mengurus pedagang, tapi karena ini berada di kawasan sport centre, kami harus turun tangan. Kami akan duduk bersama agar ada solusi yang mengun tungkan semua pihak,” pungkasnya. (ham/c1/din)
Editor : M. Subchan Abdullah