Sejarah dan Perkembangan Pendopo Ronggo Hadi Negoro: Simbol Kejayaan Blitar dari Masa ke Masa
Dinda Umuhidayah• Minggu, 2 Maret 2025 | 16:00 WIB
Pendopo Ronggo Hadi Negoro (RHN) adalah salah satu bangunan bersejarah yang menjadi saksi perjalanan panjang Kabupaten Blitar.
BLITAR - Pendopo Ronggo Hadi Negoro (RHN) adalah salah satu bangunan bersejarah yang menjadi saksi perjalanan panjang Kabupaten Blitar. Terletak di Jalan Semeru, tepat di sebelah utara Alun-Alun Blitar, pendopo ini tidak hanya berperan sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga menjadi simbol kebudayaan dan ketangguhan masyarakat Blitar dalam menghadapi perubahan zaman.
Asal-Usul dan Pembangunan Pendopo
Pendopo ini dibangun pada tahun 1875 oleh Bupati Blitar kedua, KPH Warsoekoesomo. Awalnya, pendopo berfungsi sebagai pusat administrasi dan kediaman resmi bupati.
Namun, cikal bakal pusat pemerintahan Blitar sebenarnya dimulai lebih awal, saat Bupati pertama, R.M. Aryo Ronggo Hadinegoro, memindahkan pusat pemerintahan ke lokasi ini akibat letusan Gunung Kelud yang meluluhlantakkan area sebelumnya di tepi Sungai Pakunden.
Peran Pendopo Sebagai Pusat Pemerintahan
Sejak dibangun, Pendopo RHN menjadi pusat kegiatan pemerintahan Kabupaten Blitar. Arsitekturnya mengadopsi konsep Jawa klasik dengan struktur yang mencerminkan filosofi "Sedulur Papat Limo Pancer".
Filosofi ini menghubungkan empat elemen utama masyarakat: pemerintahan, keagamaan, keamanan, dan ekonomi, yang semuanya berpusat pada alun-alun kota. Tatanan ini masih terlihat jelas hingga sekarang dengan keberadaan pendopo di utara alun-alun, Masjid Agung di barat, Lapas di timur, dan bekas pasar di selatan yang kini menjadi Taman Pecut.
Pendopo RHN di Era Kolonial dan Pasca-Kemerdekaan
Pada masa kolonial Belanda, Pendopo RHN menjadi simbol kekuasaan lokal yang berada di bawah naungan Kasunanan Surakarta. Setelah Indonesia merdeka, pendopo ini tetap berfungsi sebagai pusat administrasi, sekaligus menjadi ruang untuk berbagai acara adat dan pemerintahan.
Pelestarian dan Fungsi Wisata Sejarah
Seiring waktu, Pendopo RHN tidak hanya dijaga sebagai bangunan pemerintahan, tetapi juga dijadikan destinasi wisata sejarah. Sejak Desember 2016, pendopo ini dibuka untuk umum setiap akhir pekan, memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat sejarah dan budaya Blitar tanpa dipungut biaya.
Pendopo Ronggo Hadi Negoro adalah warisan sejarah yang mencerminkan perjalanan panjang Kabupaten Blitar dari masa ke masa. Sebagai pusat pemerintahan yang sarat nilai budaya dan sejarah, pendopo ini menjadi pengingat akan pentingnya melestarikan kekayaan lokal untuk generasi mendatang.
Dengan pesonanya yang klasik dan cerita yang mengakar kuat, Pendopo RHN layak menjadi salah satu destinasi utama bagi para pecinta sejarah dan budaya Jawa. (*)