Arsitektur dan Filosofi di Balik Desain Pendopo Ronggo Hadi Negoro Blitar: Menggali Makna Budaya Jawa
Dinda Umuhidayah• Minggu, 2 Maret 2025 | 22:00 WIB
Pendopo Ronggo Hadi Negoro (RHN) bukan hanya bangunan bersejarah, tetapi juga karya arsitektur yang sarat makna filosofis.
BLITAR - Pendopo Ronggo Hadi Negoro (RHN) bukan hanya bangunan bersejarah, tetapi juga karya arsitektur yang sarat makna filosofis. Dibangun dengan konsep Jawa klasik, desain pendopo ini merefleksikan kearifan lokal dan nilai-nilai budaya yang masih relevan hingga kini.
Salah satu filosofi yang melekat kuat adalah konsep "Sedulur Papat Limo Pancer". Yuk, kita kupas lebih dalam keunikan arsitektur dan makna di balik pendopo megah ini!
Konsep "Sedulur Papat Limo Pancer" dalam Desain Pendopo
"Sedulur Papat Limo Pancer" adalah filosofi Jawa yang menggambarkan kesatuan antara manusia dan alam semesta. Konsep ini melambangkan empat penjuru mata angin (timur, barat, utara, selatan) yang berpusat pada satu titik utama. Dalam konteks Pendopo RHN, filosofi ini diwujudkan melalui tata letak bangunan:
Pendopo di Utara: Sebagai pusat pemerintahan dan tempat berkumpul untuk musyawarah, melambangkan kekuatan pemimpin sebagai pusat keseimbangan masyarakat.
Alun-Alun di Tengah: Ruang terbuka yang menjadi simbol ruang publik, tempat interaksi masyarakat, sekaligus representasi kebersamaan.
Masjid Agung di Barat: Melambangkan nilai spiritual dan keagamaan yang menjadi landasan moral warga Blitar.
Lapas di Timur: Menggambarkan ketertiban dan penegakan hukum sebagai penjaga keseimbangan sosial.
Pasar (Kini Taman Pecut) di Selatan: Simbol roda perekonomian dan aktivitas masyarakat yang mendukung keberlangsungan hidup kota.
Detail Arsitektur yang Mengandung Simbolisme
Desain arsitektur pendopo pun kaya akan simbol budaya:
Tiang Soko Guru: Empat pilar utama yang menyangga bangunan, melambangkan kekuatan dasar manusia: pikiran, perasaan, nafsu, dan kehendak.
Atap Tumpang Sari: Atap bertingkat yang mengarah ke atas, merepresentasikan perjalanan spiritual manusia menuju Sang Pencipta.
Ukiran Motif Flora dan Fauna: Menggambarkan harmonisasi antara manusia dan alam, sekaligus doa untuk keberkahan dan kelestarian lingkungan.
Arsitektur Sebagai Wujud Keseimbangan Hidup
Pendopo RHN bukan sekadar bangunan fisik, melainkan wujud nyata filosofi hidup masyarakat Jawa yang mengutamakan keseimbangan lahir dan batin. Tata letak yang selaras dengan alam, dipadukan dengan simbolisme budaya, menjadikan pendopo ini sebagai ruang yang penuh energi positif dan kebijaksanaan lokal.
Desain Pendopo Ronggo Hadi Negoro adalah warisan arsitektur yang mengandung nilai-nilai luhur budaya Jawa.
Melalui konsep "Sedulur Papat Limo Pancer", pendopo ini mengajarkan pentingnya harmoni antara manusia, masyarakat, dan alam semesta. Mengunjungi pendopo berarti tidak hanya menyaksikan keindahan arsitektur klasik, tetapi juga menyelami filosofi hidup yang kaya makna.(*)