BLITAR – Pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (BIPIH) bagi calon jemaah reguler di Bumi Bung Karno telah dimulai hingga 14 Maret mendatang.
Tahun ini, besaran BIPIH untuk embarkasi Surabaya ditetapkan sebesar Rp 60,9 juta. Tertinggi di antara seluruh embarkasi di Indonesia.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Blitar, Muhammad Kanzul Fathon menjelaskan, penetapan besaran biaya tersebut sesuai dengan keputusan presiden.
“Besaran BIPIH yang harus dibayarkan calon jemaah adalah Rp 60,9 juta bagi yang berasal dari embarkasi Surabaya,” ungkapnya, Senin (3/3/2025).
Pelunasan ini, lanjut dia, merupakan tahapan lanjutan setelah calon jemaah haji (CJH) menyetorkan dana awal sebesar Rp 25 juta saat mendaftar haji. Dengan total biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) mencapai Rp 89,4 juta, calon jemaah mendapatkan nilai manfaat sekitar Rp 3,5 juta.
Dia membeberkan, biaya yang dibayarkan jemaah akan digunakan untuk berbagai keperluan penyelenggaraan haji, termasuk biaya penerbangan, sebagian biaya akomodasi di Makkah, dan sebagian biaya akomodasi di Madinah.
“Kami sudah melakukan sosialisasi kepada para calon jemaah. Kami berharap mereka yang sudah mendapatkan nomor porsi segera melunasi BIPIH sebelum batas akhir,” tandasnya.
Menurut dia, pembayaran BIPIH ini merupakan salah satu tahapan penting dalam persiapan keberangkatan jemaah haji. Selain itu, jemaah yang telah melunasi biaya segera melengkapi dokumen yang dibutuhkan, seperti paspor dan sertifikat vaksinasi internasional.
“Dokumen yang lengkap akan memperlancar proses keberangkatan jemaah. Oleh karena itu, kami mengimbau agar mereka segera mengurus persyaratan administrasi,” tegasnya.
Sekadar informasi, berdasarkan data Kementerian Agama pusat, besaran BIPIH embarkasi Surabaya tercatat sebagai yang tertinggi di Indonesia. Sementara itu, embarkasi dengan biaya terendah adalah Aceh dengan nominal Rp 46,9 juta per jemaah.
Dengan dibukanya pelunasan BIPIH ini, para CJH diharapkan dapat segera menyelesaikan pembayaran dan bersiap menjalani ibadah haji tahun ini dengan lancar.
Selain itu, jemaah diimbau untuk menjaga kesehatan dan memahami tata cara pelaksanaan ibadah haji agar perjalanan spiritual mereka berjalan dengan khusyuk dan maksimal. (ham/c1/din)
Editor : M. Subchan Abdullah