Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Perjuangan Imas Marata Kenalkan Desain Interior Awali Jadi Karyawan, Senang Edukasi Masyarakat

Ifa Ma'rifatul Maula • Senin, 3 Maret 2025 | 22:00 WIB
Photo
Photo

 

BLITAR - Masih jarang perempuan di Kota Blitar yang menekuni bidang desain perumahan. Padahal, hal itu banyak dibutuhkan pada era saat ini. Berbeda dengan Imas Marata, warga Kelurahan Blitar, Kecamatan Sukorejo, yang justru tertarik pada desain interior, hingga menimba ilmu di bangku perkuliahan.

Untuk mengenalkan berbagai potensi seputar dunia desain interior di Kota Blitar, Imas Marata sangat senang mengedukasi masyarakat.

Bahkan, Imas -sapaan akrabnya- saat ini menjadi pengusaha di bidang desain interior di Kota Blitar sejak 2021. Hal itu tentu tidak mudah. Dia merintis usaha ini berawal dengan menjadi karyawan di sebuah studio desain interior di Kota Malang.

“Ketika saya kuliah di Universitas Brawijaya jurusan desain interior, sejak 2017, saya sudah aktif sebagai pekerja lepas (freelance) di bidang desain bersama rekan-rekan. Setelah lulus pada 2018, saya langsung diterima bekerja di sebuah studio desain interior dan arsitektur di Kota Malang,” ujarnya.

 Perempuan yang juga menjabat Ketua Bidang II Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Blitar ini pada awal kariernya mendapatkan kesempatan besar. Karena saat itu, arsitek di kantornya keluar, dan Imas diminta menggantikan posisi tersebut. Dari situlah, dia semakin mendalami dunia arsitek dan desain eksterior.

Namun, pandemi Covid-19 pada 2020 mengubah jalur kariernya karena terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK). Imas memutuskan pulang kampung dan mulai merintis usahanya sendiri. Tantangan besar langsung menghadangnya, terutama dalam memperkenalkan pentingnya desain interior kepada masyarakat Blitar.

"Orang-orang di Blitar masih banyak yang belum memahami manfaat desain interior. Mereka sering bertanya fungsi desain interior dan perlu digambar dulu ketika membuat rumah. Jadi, saya harus mengedukasi mereka dulu," ujar Imas, saat berbincang dengan Radar Blitar.

Selain edukasi, tantangan lainnya adalah ketersediaan material interior di Kota Blitar. Banyak bahan yang harus ia dapatkan dari kota-kota besar seperti Surabaya dan Malang.

Namun, lambat laun, dia mulai meyakinkan para pemilik toko bangunan di Blitar untuk menyediakan material yang lebih beragam agar kebutuhan desain interior di kota ini dapat terpenuhi.

Meski menghadapi berbagai tantangan, Imas tetap menikmati prosesnya. Dia menyatakan bahwa menjadi seorang desainer interior bukan hanya soal menggambar dan memilih warna, melainkan juga tentang berinteraksi dengan banyak orang, termasuk para pekerja lapangan.

"Saya malah suka ngobrol sama para tukang. Mereka orangnya lucu-lucu dan asyik diajak kerja sama. Jadi, meskipun dulu kepengin masuk ke dunia fashion, ternyata saya lebih menikmati dunia desain interior," katanya.

Keaktifan Imas di HIPMI sejak 2021 semakin membuka jejaring bisnisnya. Dia berharap semakin banyak anak muda Blitar yang berani berkarya dan tidak takut mencoba hal baru.

Imas bahkan bercita-cita agar Blitar memiliki desainer interior yang bisa bersaing di level nasional maupun internasional. Bagi Imas, entah dirinya atau orang lain, yang terpenting adalah menunjukkan bahwa Blitar juga punya talenta hebat di dunia desain.

"Saya ingin ada sosok dari Blitar yang bisa dikenal luas di bidang ini. Kalau itu saya, alhamdulillah. Tapi kalau orang lain pun, saya tetap bangga, karena itu berarti Blitar semakin maju," pungkasnya. (*/c1/ynu)

Editor : M. Subchan Abdullah
#Kenalkan desain interior #Imas Marata