BLITAR – Pendopo Ronggo Hadi Negoro (RHN) Kabupaten Blitar mengalami akan mengalami perubahan signifikan. Sebab, usai dilantik menjadi Bupati Blitar, Rijanto ingin rumah dinasnya itu bernuansa putih mirip Gedung Negara Grahadi agar terlihat bersih dan lebih menghargai sejarah.
Kabag Umum Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Blitar Wahyudiono mengatakan, merubah warna Pendopo RHN itu sesuai arahan Bupati Blitar Rijanto. Rumah dinas tersebut kini dicat serba putih, mirip dengan Grahadi atau Kantor Gubernur Jawa Timur.
Keputusan ini diambil sebagai bentuk pelestarian peninggalan sejarah sekaligus memberikan kesan bersih dan elegan.
“Perubahan warna pendopo ini telah dieksekusi sesuai instruksi bupati. Memang ada petunjuk dari Pak Bupati, beliau menghendaki pendopo ini dicat seperti Grahadi atau Istana Negara, semuanya serba putih. Tidak ada unsur warna lain,” ujar Wahyudiono, Kamis (6/3/2025).
Dari pantauan Koran ini, hampir seluruh bagian pendopo kini telah dicat ulang menjadi putih. Semua tembok dan sudut ruangan sudah berubah mengikuti arahan Bupati. Namun, masih ada beberapa ornament tetap mempertahankan warna hijau, terutama pada bagian atas bangunan.
Menanggapi hal tersebut, Wahyudiono menyatakan masih menunggu instruksi lebih lanjut dari Bupati Rijanto. Salah satu hal yang belum diputuskan adalah apakah lampu dengan nuansa hijau di pendopo akan ikut diganti atau tidak.
Pasalnya, ornamen tersebut merupakan peninggalan dari kepemimpinan sebelumnya, yakni Bupati Blitar Rini Syarifah
“Kini semua lampu dinyalakan dengan pencahayaan normal. Sehingga pendopo tampak lebih terang. Untuk warna koi, nanti akan diganti sesuai yang semestinya saja,” ungkapnya.
Sebelumnya, pendopo tersebut memiliki ornament dan elemen berwarna hijau yang erat kaitannya dengan kepemimpinan sebelumnya. Namun, kini warna hijau pada bagian tertentu, sudah dilakukan pengecatan ulang dengan warna putih.
Keputusan untuk mengganti warna pendopo ini merupakan bagian dari upaya memperbarui tampilan agar lebih bersih dan seragam. “Pokoknya, ingin seperti Grahadi,” pungkasnya.(jar/din)
Editor : M. Subchan Abdullah