Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Arema FC-Persik Kediri 'Rebutan' Pinjam Stadion Soeprijadi Kota Blitar, Ini Respon Pemkot

Fajar Rahmad Ali Wardana • Jumat, 7 Maret 2025 | 15:00 WIB
POTENSI: Pemkot Blitar audiensi dengan Arema FC dan Persik Kediri membahas peminjaman Stadion Soeprijadi Kota Blitar, Kamis (6/3/2025).
POTENSI: Pemkot Blitar audiensi dengan Arema FC dan Persik Kediri membahas peminjaman Stadion Soeprijadi Kota Blitar, Kamis (6/3/2025).

 

BLITAR – Persik Kediri terpaksa mencari stadion alternatif untuk melanjutkan sisa laga musim ini lantaran Stadion Brawijaya mengalami berbagai kendala infrastruktur. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah Stadion Soeprijadi.

Di satu sisi, Arema FC juga kembali mengajukan izin untuk meminjam stadion kebanggaan warga Bumi Bung Karno tersebut. Kedua tim ini kini 'berebut' menggunakan stadion tersebut. 

Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Persik Kediri, Tri Widodo, mengungkapkan bahwa jarak Kediri ke Blitar yang hanya sekitar 1 jam perjalanan menjadi pertimbangan utama.

“Stadion Soeprijadi sudah lolos verifikasi, jadi kami tinggal menggunakannya,” ungkapnya, Jumat (7/3/2025).

Menurut dia, kini kondisi Stadion Brawijaya masih jauh dari kata ideal. Seperti lampu penerangan kurang memadai dan masih banyak fasilitas harus diperbaiki.

“Bahkan, Wali Kota Kediri telah melakukan peninjauan terkait kebutuhan renovasi stadion tersebut, termasuk penggantian lampu LED dan peningkatan fasilitas lainnya,” bebernya.

Tiga laga sisa Persik Kediri di Liga 1 yakni menghadapi PSM Makassar, Borneo FC, dan Persija Jakarta, rencananya akan digelar di Stadion Soeprijadi tanpa kehadiran suporter. Keputusan ini mengikuti arahan Wali Kota Blitar untuk menghindari potensi insiden keamanan yang dinilai berisiko tinggi.

Sementara itu, Arema FC juga sedang mempersiapkan Stadion Kanjuruhan untuk kembali menjadi kandang mereka. Wakil Manajemen Arema FC, Munif Bagaskara, menyatakan bahwa stadion tersebut sudah layak fungsi, tetapi masih menunggu asesmen ulang dari Mabes Polri.

“Kami masih dalam tahap pengajuan asesmen ulang. Jika hasilnya memenuhi standar, baru kami bisa kembali bermain di Kanjuruhan,” jelasnya.

Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin menegaskan bahwa siap melayani klub-klub yang ingin menggunakan Stadion Soeprijadi. Namun, dia menekankan pentingnya ketertiban dan keselamatan dalam setiap pertandingan.

“Ada beberapa laga yang layak direkomendasikan dengan supporter, dan ada yang berat untuk diadakan tanpa suporter di Blitar. Misalnya, pertandingan melawan tim yang memiliki sejarah rivalitas kurang baik sehingga bisa menjadi masalah,” jelasnya.

Pemkot Blitar, lanjut dia, juga berencana untuk menyesuaikan tarif sewa stadion agar lebih seimbang dengan biaya perawatan.

“Untuk biaya sewa antara Arema dan Persik masih sama, tapi sewanya harus dikaji ulang agar kontribusi ke daerah lebih optimal untuk perawatan. Selain itu, keamanan juga menjadi faktor utama dalam memberikan rekomendasi,” pungkasnya. (ham/c1/din)

 

Editor : M. Subchan Abdullah
#stadion brawijaya #Stadion Soeprijadi #Syauqul Muhibbin #wali kota blitar #pinjam #bri liga 1 #persik kediri #Arema FC #Kota Blitar #Pemkot Blitar