Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Video Klip Mala Agatha Berjudul 'Iclik Cinta' Terus Tuai Kritik, IPNU Kota Blitar: Tak Etis dan Tak Mendidik

M. Subchan Abdullah • Sabtu, 8 Maret 2025 | 15:00 WIB

 

Tangkapan layar video klip berjudul Iclik Cinta yang dinyanyikan Mala Agatha.
Tangkapan layar video klip berjudul Iclik Cinta yang dinyanyikan Mala Agatha.

BLITAR – Video klip Mala Agatha dengan lagu berjudul Iclik Cinta masih menjadi perbincangan warganet. Pasalnya, video tersebut dibuat berlatar belakang gedung Perpustakaan Proklamator Bung Karno (PPBK) yang tentu tidak sesuai dengan judul lagu.

Video berdusari lebih dari 3 menit itu mendapat kritik pedas dari warganet. Mayoritas menilai bahwa video klip yang dibuat tersebut tidak etis dan tidak sesuai dengan nilai yang diemban oleh perpustakaan. Pihak Perpustakaan Bung Karno pun mengaku tidak mengetahui dan tidak ada izin pembuatan video klip tersebut.

Kritikan keras itu salah satunya datang dari Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kota Blitar. Organisasi yang menaungi kaum pelajar Nadlatul Ulama (NU) itu menyayangkan video klip lagu tersebut. Apalagi, video itu dibuat di Perpustakaan Proklamator Bung Karno.

“Video klip itu kurang etis karena lokasinya di kompleks Makam Bung Karno atau perpustakaan. Saya sangat menyayangkan hal itu,” kata Ketua IPNU Kota Biltar, M Andy Pratama, kepada Jawa Pos Radar Blitar, Sabtu (8/3/2025).

Menurut dia, dua lokasi tersebut bukanlah sekadar tempat umum, melainkan menjadi tempat yang bernilai sejarah. Selain itu juga menjadi simbol perjuangan nasional.

”Tindakan tersebut kurang menghormati tempat yang menjadi ikon sejarah nasional. Saya berharap semua pihak untuk lebih bijaksana dalam memanfaatkan dan menggunakan tempat bersejarah,” tuturnya.

Andy mengungkapkan, lagu yang dibawakan oleh Mala Agatha berjudul Iclik Cinta sangat tidak relevan dengan lokasi pengambilan video klip. Seharusnya, Perpustakaan Bung Karno menjadi tempat yang dihormati dan menjadi edukasi bagi generasi bangsa.

 “Perilaku seperti ini menunjukkan kurangnya pengetahuan akan pentingnya sejarah, apalagi dengan lirik dan judulnya sangat tidak mendidik untuk generasi muda. Khususnya untuk para pelajar, apalagi saya dari organisasi IPNU,” terangnya.

Dia mengajak para pemuda, khususnya pelajar, agar lebih bijak dalam mendengarkan atau memilih musik. Bukan berarti ini membatasi selera bermusik anak-anak muda. (sub/c1/ady)

Editor : M. Subchan Abdullah
#Perpustakaan Proklamator Bung Karno #Mala Agatha #IPNU Kota Blitar #video klip #protes #ikatan pelajar nahdlatul ulama #tuai kritik pedas #iclik cinta #viral