BLITAR - Persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur terus dimatangkan oleh cabang olahraga (cabor) balap sepeda Kota Blitar. Saat ini, seleksi atlet sudah mulai diinput, dan Kota Blitar mengajukan empat atlet untuk mengikuti ajang bergengsi tersebut.
Agus Hariyanto, pelatih ISSI Kota Blitar menjelaskan, balap sepeda merupakan olahraga dengan tingkat adrenalin dan risiko tinggi. Oleh karena itu, banyak faktor yang harus diperhitungkan, termasuk kemungkinan insiden saat bertanding.
Namun, pihaknya tetap mempersiapkan atlet dengan program latihan sesuai nomor masing-masing, baik BMX, downhill, maupun road bike.
"Atlet yang kami ajukan saat ini ada empat. Namun, sampai detailnya menuju short list nanti tetap kami upayakan yang terbaik untuk Kota Blitar. Dalam cabor balap sepeda, jumlah atlet bukan yang utama, tetapi potensi dan perhitungan target yang matang lebih diutamakan," ujarnya, Sabtu (8/3/2025).
Terkait batasan usia, Agus menekankan, regulasi pada cabor balap sepeda berbeda dengan cabor lain. Pada Porprov sebelumnya, batasan usia untuk balap sepeda adalah U16, sedangkan cabor lain U21.
Bahkan, ada wacana regulasi baru yang mengarah ke U23 untuk PON nanti, tetapi untuk Porprov tetap fokus pada atlet usia dini U16.
Salah satu atlet andalan Kota Blitar, Adrian, saat ini berusia 19 tahun dan sedang dalam tahap seleksi untuk persiapan SEA Games. Maka dari itu, Adrian yang dikenal sebagai spesialis di nomor MTB Olympic tidak bisa ikut porprov lagi.
"Target kami tetap bisa meraih medali. Harus bisa naik podium, meskipun dengan atlet muda. Tapi tentu saja kami juga melihat kemampuan daerah lain yang sudah terukur," ungkap Agus.
Sementara itu, saat Ramadan ada sedikit perubahan dalam jadwal latihan atlet. Pihaknya berkaca pada dari Malaysia, di mana intensitas ibadah tetap terjaga, tanpa mengurangi latihan.
“Untuk atlet yang sudah disiapkan ke porprov, latihan tetap dilakukan di malam hari setelah Magrib," kata Agus.
Namun sebagai bentuk penyesuaian, intensitas latihan outdoor dikurangi. Biasanya ada latihan rute Blitar-Malang PP, kini dikurangi menjadi seminggu sekali. Selebihnya, ISSI menggunakan smart trainer di tempat latihan.
Selain itu, latihan gym juga dilakukan di malam hari menyesuaikan tempat. (jar)
Editor : M. Subchan Abdullah