BLITAR – Pembangunan tahap kedua Ecopark Joko Pangon masih menunggu kepastian akibat adanya kebijakan efisiensi. Meskipun begitu, dinas terkait mengupayakan agar pembangunan lanjutan ini bisa berlanjut tahun ini.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Blitar, Jajuk Indihartati menyatakan, proyek tersebut diperkirakan masih bisa dilanjutkan meskipun pihaknya menunggu kejelasan lebih lanjut. “Insya Allah masih bisa dilanjutkan. Tapi, kita masih menunggu kepastiannya terkait efisiensi anggaran,” ungkapnya, Senin (10/3/2025).
Selain pembangunan ecopark, dia juga menanggapi isu mengenai pemindahan hewan dari Kebon Rojo ke Joko Pangon. Dia menegaskan bahwa tidak semua hewan akan dipindahkan. Hanya sebagian, terutama hewan yang populasinya sudah banyak di Kebon Rojo.
“Salah satu hewan yang dipindahkan sebagian adalah rusa karena populasinya di Kebon Rojo sudah meningkat. Sehingga perlu lahan tambahan untuk konservasi,” jelasnya.
Dia menegaskan, Kebon Rojo tetap akan berfungsi sebagai kebun binatang mini yang saat ini sudah memiliki banyak penghuni. Maka, pemindahan hewan masih dalam tahap perencanaan dan belum akan dilakukan dalam waktu dekat.
“Memindahkan hewan itu tidak mudah, perlu proses dan persiapan lainnya. Jadi, kalau semua sudah siap, baru dilakukan pemindahan,” tambahnya.
DLH akan terus memantau populasi satwa di Kebon Rojo sebelum menentukan spesies lain yang mungkin akan direlokasi ke Ecopark Joko Pangon. “Kita lihat nanti populasi yang terbanyak. Baru kemudian kita pertimbangkan,” pungkasnya.
Sebelumnya, tahap pertama rampung pada akhir tahun lalu dengan alokasi anggaran sekitar Rp 2,5 M. Sementara untuk tahap kedua, sebelumnya telah menyiapkan dana Rp 800 juta untuk perencanaan fisik dan pengawasan. (ham/c1/din)
Editor : M. Subchan Abdullah