BLITAR – Klub sepak bola yang ingin menggunakan Stadion Soeprijadi Kota Blitar harus merogoh kocek lebih dalam, terutama jika menggelar pertandingan pada malam hari. Pasalnya, harga antara laga siang dan malam memiliki selisih yang cukup banyak.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Blitar, Moh. Aminnurcholis mengonfirmasi bahwa biaya sewa Stadion Soeprijadi untuk laga atau pertandingan yang digelar pada siang atau sore hari ditetapkan sebesar Rp 7 juta. Namun, jika pertandingan berlangsung pada malam hari, tarifnya naik menjadi Rp 10 juta.
“Kalau main malam tentunya kena tambahan. Kira-kira kalau ditotal keseluruhan, termasuk training center, biaya per harinya bisa mencapai sekitar Rp 10 juta,” jelasnya, Selasa (11/3/2025).
Menurut dia, kenaikan ini disebabkan oleh kebutuhan operasional tambahan, seperti penerangan stadion dan biaya lainnya. Untuk pembayaran, klub yang hendak menggunakan bisa mengajukan permohonan secara terpisah setiap pertandingan atau akumulasi beberapa pertandingan.
“Seperti Persik Kediri berencana menggunakan untuk tiga pertandingan, kemarin sementara yang diajukan baru satu pertandingan. Sama seperti tim sebelumnya (Arema FC, Red), juga melakukan pengajuan permohonan untuk setiap satu pertandingan,” bebernya.
Pemerintah Kota Blitar berharap dengan adanya tarif baru ini, stadion dapat dikelola lebih optimal dan kualitas fasilitas tetap terjaga.
Selain itu, kebijakan ini juga bertujuan untuk menyesuaikan dengan biaya operasional yang meningkat, terutama dalam hal penerangan dan keamanan jika laga digelar pada malam hari.
“Tentu juga perlu evaluasi lebih lanjut terkait efektivitas tarif baru ini terhadap tingkat okupansi stadion ke depannya,” terangnya.
Sebelumnya, Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin menyatakan bahwa pihaknya selalu terbuka untuk memfasilitasi penggunaan stadion, dengan syarat ketertiban dan keamanan tetap terjaga.
Oleh karena itu, pemerintah akan melihat bagaimana penyelenggara pertandingan, panitia pelaksana (panpel), serta aparat keamanan melakukan analisis dan antisipasi terhadap potensi gangguan.
“Pertimbangannya itu ya berarti dengan keamanan yang mereka jaga, kita asesmen. Sepanjang para pihak, panpel, dan aparat keamanan mempunyai analisis yang tepat untuk antisipasi, jika tidak ada masalah, saya kira Pemerintah Kota Blitar juga siap memfasilitasi stadion,” pungkasnya. (ham/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah