BLITAR – Akhir Maret ini umat Hindu dan Islam merayakan hari raya dalam waktu yang hampir bersamaan. Umat Hindu akan merayakan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1947 pada Sabtu (29/3), sedangkan Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah, diperkirakan jatuh pada Senin (31/3).
Di Kabupaten Blitar, selama ini umat lintas beragama hidup rukun berdampingan, seperti halnya umat Hindu dan Islam.
Banyak wilayah yang terdapat umat lintas beragama yang hidup berdampingan di Kabupaten Blitar. Misalnya, umat Hindu dan Islam di Desa Kendalrejo dan Desa Bendosewu, Kecamatan Talun; Desa Ngaringan, Desa Krisik, Desa Tulungrejo, Kecamatan Gandusari; serta di wilayah Desa Balerejo, Desa Tegalasri, dan Desa Ngadirenggo, Kecamatan Wlingi.
Selama ini umat lintas beragama hidup rukun berdampingan di tengah masyarakat. Di tengah suasana hari raya yang hampir bersamaan, diperkirakan perayaan hari raya akhir Maret ini semakin semarak dari tahun-tahun sebelumnya.
Dalam momen tersebut umat lintas beragama akan saling berkunjung dalam agenda silaturahmi di lingkungan masing-masing.
Tahun ini, rangkaian kegiatan perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1947 di Kabupaten Blitar, diawali dengan Upacara Melasti di Pantai Jolosutro, Desa Ringinrejo, Kecamatan Wates, pada Sabtu (22/3).
Ribuan umat Hindu dari berbagai kecamatan bakal hadir di Pantai Jolosutro, yang merupakan salah satu potensi wisata pantai di wilayah tenggara Kabupaten Blitar.
Sepekan kemudian dilanjutkan Upacara Tawur Kasanga (ogoh-ogoh) di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Wlingi, Kelurahan Beru, Kecamatan Wlingi, pada Jumat (28/3). Selanjutnya, umat Hindu menjalani Catur Bratha Penyepian, pada Sabtu (29/3).
“Setelah Catur Bratha Penyepian, umat Hindu menjalani persembahyangan Ngembak Geni di pura masing-masing, pada Minggu (30/3),” jelas Mangku Istri Pura Purwalaksana, Desa Bendosewu, Isti Retno Wulandari.
Selain itu, istri I Gusti Nyoman Suralaga menambahkan, umat Hindu juga dijadwalkan menjalani Dharma Shanti pada pertengahan Mei mendatang, yang juga dihadiri umat Hindu dari berbagai kecamatan. (ynu/din)
Editor : M. Subchan Abdullah