Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Awal 2025, Puluhan Warga di Kabupaten Blitar Terserang Cikungunya, Dinkes Beberkan Faktornya

Fajar Rahmad Ali Wardana • Rabu, 12 Maret 2025 | 23:00 WIB
ILUSTRASI NYAMUK MALARIA
ILUSTRASI NYAMUK MALARIA

 

BLITAR – Sebanyak 21 warga Kabupaten Blitar dilaporkan menderita cikungunya selama periode Januari hingga Februari 2025. Data terbaru dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar mencatat 20 kasus terjadi pada bulan Januari, sementara 1 kasus lainnya ditemukan pada Februari.

Subkoordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kabupaten Blitar, Eko Wahyudi mengungkapkan, mayoritas penderita cikungunya adalah orang dewasa. Gejala yang dialami meliputi nyeri sendi hebat, demam, hingga sakit kepala, yang dapat berlangsung selama beberapa hari hingga berminggu-minggu.

“Cikungunya disebabkan oleh virus cikungunya (CHIKV) yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Penyakit ini tidak menyebabkan kematian, tetapi dapat menimbulkan nyeri sendi yang berkepanjangan,” kata Eko.

Dia melanjutkan, salah satu langkah utama dalam pencegahan cikungunya adalah dengan rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

“Kami mengimbau masyarakat untuk aktif melakukan 3M, yakni Menguras tempat penampungan air, Menutup tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, serta Mendaur ulang barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan,” jelasnya.

Selain itu, Eko juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, termasuk menanam tanaman pengusir nyamuk dan menggunakan kelambu saat tidur untuk menghindari gigitan nyamuk. Dinkes Kabupaten Blitar memastikan semua penderita telah mendapat perawatan di fasilitas layanan kesehatan (fasyankes), seperti puskesmas dan rumah sakit.

Pihaknya bersyukur sementara ini tidak ada kasus kematian akibat cikungunya. Namun, Eko mengimbau warga yang mengalami gejala seperti nyeri sendi hebat, demam tinggi, dan sakit kepala untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

Kasus cikungunya di Kabupaten Blitar bukanlah hal baru. Tahun 2024 lalu, tercatat ada 299 penderita cikungunya. Angka ini menunjukkan bahwa penyakit yang disebabkan oleh nyamuk ini masih menjadi ancaman di wilayah Blitar, terutama saat memasuki musim hujan yang meningkatkan populasi nyamuk.

Sebagai upaya pencegahan, Dinkes Kabupaten Blitar terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya cikungunya dan cara-cara pencegahannya. Program fogging atau pengasapan juga dilakukan di daerah yang ditemukan banyak kasus cikungunya, meskipun langkah ini hanya efektif untuk membasmi nyamuk dewasa dan bukan jentik nyamuk.

Fogging hanya bersifat sementara, sehingga yang paling efektif adalah peran serta masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Kami harap masyarakat bisa lebih peduli terhadap lingkungan sekitar, terutama dalam memastikan tidak ada genangan air yang dapat menjadi sarang nyamuk,” pungkasnya. (jar/c1/ynu)

Editor : M. Subchan Abdullah
#kasus #data #awal tahun #cikungunya #dinkes kabupaten blitar