BLITAR - Suasana sore saat Ramadan di kawasan Bendungan Wlingi Raya di Kabupaten Blitar, ini cukup ramai masyarakat yang menanti waktu berbuka puasa. Semakin sore, sepanjang bendungan banyak muda-mudi yang nongkrong bersama komunitas. Jika cuaca cerah, mereka bisa menikmati senja sambil ngobrol santai.
Lokasi Bendungan Wlingi Raya memang cukup strategis karena berada di perbatasan Blitar Utara dan Blitar Selatan, yang terbelah aliran Sungai Brantas. Tepatnya, kawasan bendungan ini menghubungkan wilayah Desa Tumpang, Kecamatan Talun, dengan Kelurahan Jegu, Kecamatan Sutojayan.
Masyarakat, terutama muda-mudi dari wilayah Talun, Sutojayan, dan sekitarnya sering kali menjadikan kawasan bendungan untuk bercengkerama santai, sambil menanti waktu berbuka puasa.
“Suasananya menyenangkan. Selain bisa menikmati pemandangan di sekitar aliran Sungai Brantas, jika cuaca cerah, kami bisa menikmati pemandangan matahari terbenam,” ujar Chusnul, warga setempat, Rabu (12/3/2025).
Untuk memanjakan mereka yang nongkrong, banyak penjual aneka jajanan yang bisa dinikmati pinggir kawasan bendungan. Juga ada taman yang bisa dimanfaatkan untuk momong bersama keluarga.
Situasi lebih ramai biasa terjadi saat akhir pekan, baik Sabtu sore hingga malam maupun Minggu pagi. Tak hanya untuk menikmati menanti waktu berbuka puasa, libur akhir pekan di kawasan Bendungan Wlingi Raya banyak dimanfaatkan masyarakat untuk olahraga pagi.
Kawasan Bendungan Wlingi Raya juga menjadi salah satu rute favorit gowes maupun trail adventure menuju Blitar Selatan.
Bagi masyarakat Blitar Raya, keberadaan Bendungan Wlingi Raya cukup dikenal. Apalagi di bendungan ini juga memiliki agenda tahunan yang selalu menarik perhatian masyarakat. Yakni, flushing atau penggelontoran sedimen yang mengendap di bendungan untuk dibersihkan.
Masyarakat yang nekat bakal berburu ikan yang dikeluarkan dari bendungan di sepanjang aliran Sungai Brantas. (ynu/c1)
Editor : M. Subchan Abdullah