Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Juknis Belum Keluar, Koperasi Merah Putih di Blitar Dilauncing Pertengahan Tahun

Agus Muhaimin • Jumat, 14 Maret 2025 | 00:00 WIB
SIBUK: Belasan perempuan sedang membuat kerajinan. Pemerintah berencana membangun koperasi desa merah putih yang kemungkinan memiliki banyak unit usaha.
SIBUK: Belasan perempuan sedang membuat kerajinan. Pemerintah berencana membangun koperasi desa merah putih yang kemungkinan memiliki banyak unit usaha.

 

BLITAR – Pemerintah pusat berencana meluncurkan program Koperasi Desa Merah Putih (Kop Des Merah Putih) di 70.000 hingga 80.000 desa di seluruh Indonesia.

Program ini bertujuan memperkuat ekonomi perdesaan dengan menjadikan koperasi sebagai pusat kegiatan ekonomi desa, termasuk penyimpanan dan distribusi hasil pertanian.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengembangan (Bappeda Litbang) Kabupaten Blitar, Rully Wahyu Prasetyowanto, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengikuti paparan awal mengenai program ini dari pemerintah pusat.

Namun, hingga kini, belum ada penjelasan teknis yang detail terkait implementasi program tersebut.

"Kami telah mengikuti sosialisasi awal mengenai Koperasi Merah Putih. Namun, detail teknis mengenai bagaimana program ini akan dijalankan, termasuk mekanisme operasional dan sumber pendanaannya, belum dijelaskan secara rinci," ujar Rully.

Rully menambahkan, pemerintah pusat menargetkan pembentukan koperasi ini di 70.000 hingga 80.000 desa di seluruh Indonesia, dengan peluncuran resmi yang direncanakan bertepatan dengan Hari Koperasi pada 12 Juli 2025.

"Target yang dicanangkan luamayan besar. Namun, untuk semantara kami juga belum bisa memberikan gambaran detail karena petunjuk teknisnya belum ada,” tambahnya.

Informasi yang berhasil dihimpun koran ini, jumlah koperasi aktif di Indonesia mencapai 127.846 unit pada tahun 2021. Jawa Timur memiliki jumlah koperasi terbanyak, yaitu 22.845 unit atau sekitar 17,86% dari total koperasi nasional.

Rully menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemerintah desa dalam implementasi program ini. "Keterlibatan semua pihak sangat krusial untuk memastikan program ini dapat berjalan efektif dan mencapai tujuan yang diharapkan," tegasnya.

Dia juga berharap pemerintah pusat segera memberikan petunjuk teknis yang jelas agar pemerintah daerah dan desa dapat mempersiapkan diri dengan baik. "Dengan panduan yang jelas, kami dapat menyusun rencana yang tepat dan memastikan program ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat desa," pungkas Rully.

Dengan adanya kejelasan teknis dan koordinasi yang baik antara semua pihak terkait, diharapkan program Koperasi Merah Putih dapat berjalan sukses dan memberikan dampak positif bagi perekonomian perdesaan di Indonesia. (hai)

Editor : M. Subchan Abdullah
#desa #blitar #Koperasi Merah Putih #kegiatan ekonomi #hasil pertanian #juknis #Bappeda