BLITAR – Wilayah Blitar Raya belum juga memasuki musim kemarau di pertengahan Maret ini. Hujan deras masih mengguyur beberapa wilayah, meski cuaca pada siang hari sangat panas. Misalnya di lereng Gunung Kelud wilayah Kecamatan Gandusari dan Garum di Kabupaten Blitar, yang masih mengalami guyuran hujan deras, pada Rabu (12/3/2025) sore.
Jika hujan deras berlangsung cukup lama, di antara yang harus diwaspadai adalah luapan debit air yang melintasi cekdam di aliran sungai yang berhulu di lereng Gunung Kelud.
Salah satunya adalah Cekdam Kali Putih di Desa Sumberagung, Kecamatan Gandusari, yang menjadi salah satu akses transportasi masyarakat sekitar. Sebab, jika terjadi luapan debit air arus lalu lintas harus dialihkan dan masyarakat harus memutar mencari akses yang aman saat debit air tinggi.
“Jika hujan deras tidak berlangsung lama, cekdam masih aman dilintasi masyarakat,” ungkap Sunaryo, warga setempat.
Sebab, jika debit air Kali Putih sampai meluap, masyarakat setempat akan segera siaga untuk menutup sementara akses melintasi cekdam. Masyarakat di kedua sisi cekdam bergerak cepat membuat barikade secara swadaya untuk mengarahkan masyarakat yang akan menyeberang, untuk mengambil akses memutar ke selatan sejauh sekitar 3 kilometer.
Dalam kondisi tersebut, sangat berbahaya jika dipaksakan kendaraan melintas, terutama untuk sepeda motor yang rawan terseret arus yang deras.
Tak hanya dalam kondisi aliran Kali Putih meluap, dalam kondisi normal ada aturan tidak tertulis bagi masyarakat ketika melintas cekdam. Yakni, kendaraan besar harus bergantian melintasi cekdam.
Selain itu, jika ada mobil atau truk bermuatan melintas, kendaraan yang lain harus menunggu kendaraan tersebut selesai menuntaskan tanjakan di ujung cekdam.
Sebab, di lokasi ini sering kali terjadi kecelakaan tunggal yang disebabkan mobil atau truk bermuatan yang tidak kuat menanjak dan mundur, sehingga menyebabkan kemacetan dalam beberapa waktu. (ynu)
Editor : M. Subchan Abdullah