BLITAR - Pelaksanaan pengerasan jalan di Desa Gandekan, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar, hingga kini masih terus berlangsung.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah alat berat beraktivitas dengan normal, Jumat (14/3/2025) lalu.
Sejumlah sisi jalan terlihat sudah dicor sebagai langkah pengerasan. Namun belum sepenuhnya tuntas. Di sisi kanan dan kiri ada alat berat, sehingga untuk arus lalu lintas sedikit tersendat.
Ada petugas proyek mengatur kendaraan bergiliran masuk untuk melintas jalan. “Ya terus ada pembenahan secara berkelanjutan,” terang salah satu pengguna jalan, Anggi SP.
Dia mengaku, dengan pembenahan jalan merupakan langkah konkret dari pemerintah untuk memenuhi kebutahan dasar masyarakat. Yakni jalan yang layak.
Jika jalan sudah ada perbaikan, tentu akan ada peningkatan kualitas kenyamanan penggunan jalan. “Ketika jalan sudah layak, tentu akan mengurangi risiko kecelakaan,” ujar pria berkaca mata ini.
Dari sejumlah jalan alternatif yang dilintasinya memang masih butuh banyak pembenahan. Termasuk jalur Ngantru Tulungagung hingga Tugu Rante Blitar.
Mayoritas masih belum mulus. Hanya beberap titik sudah layak, tapi banyak yang perlu dilakukan pembenahan.
Apalagi ada jalan berlubang besar di titik-titik tertentu, sangat membahayakan para pengguna jalan terutama motor. “Jika malam hari dan hujan, tentu pengendara motor harus lebih waspada jika tidak ingin terjerembab,” tandas bapak dua anak ini.
Dia berharap saat akan musim Lebaran sekarang ini akan lebih masif untuk perbaikan jalan. Sebab aktivitas mudik akan lebih banyak saat jelang Hari Raya Idul Fitri.
Dia menambahkan, dengan adanya perawatan rutin akan menghidarkan kerusakan parah. Apalagi saat ini musim hujan akan lebih mudah aspal rontok.
“Jalur Ngantru Tulungagung hingga Blitar ini merupakan rute untuk pengangkutan pasir dari Blitar ke Trenggalek atau Ponorogo. Tentu truk akan memiliki tonase berat dan dampak kerusakan jalan akan lebih cepat,” ungkapnya. (jar/din)