Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Cerita Ario Putra Bakti, Pelajar SMK di Blitar Buat Inovasi Blockchain

Muhamad Ilham Baha’udin • Rabu, 19 Maret 2025 | 17:00 WIB
PELAJAR INOVATIF: Ario Putra Bakti menunjukkan skillnya di ruang digital Jawa Pos Radar Blitar, Selasa (18/3/2025).
PELAJAR INOVATIF: Ario Putra Bakti menunjukkan skillnya di ruang digital Jawa Pos Radar Blitar, Selasa (18/3/2025).

BLITAR - Kemajuan teknologi tidak selalu berasal dari kota-kota besar, bahkan di Kota Blitar banyak anak muda yang semakin melek inovasi teknologi. Salah satunya, Ario Putra Bakti, warga Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar ini yang mencuri perhatian dengan inovasi di bidang blockchain.

Suasana salah satu sekolah menengah yang terletak di Jalan Kenari, Kota Blitar siang itu begitu riuh. Para siswa berduyun-duyun pulang usai mengikuti pembelajaran.

Tampak sosok remaja dengan senyum ramahnya menyapa Jawa Pos Radar Blitar. Iya, dia adalah Ario Putra Bakti, yang baru saja mendapatkan surat pencatatan hak cipta dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) atas platform inovatif yang dibuatnya.

“Iya, platform ini memang dalam masa pengembangan. Saya mengerjakan ini seusai pulang sekolah di laboratorium sedikit demi sedikit, terlebih saya belum memiliki laptop sendiri, sehingga jika mengerjakan di rumah harus mencari pinjaman dulu,” tuturnya.

Ditegah keterbatasannya, dia terus berupaya untuk meraih mimpi. Ketertarikannya pada dunia kripto dimulai sejak usia 15 tahun. Tidak hanya menjadi seorang investor, dia melihat potensi besar teknologi blockchain untuk membantu masyarakat, khususnya para perajin batik dan seniman lokal di Kota Blitar.

"Waktu SD dulu sering ke warnet untuk sekedar belajar coding. Saya ingin blockchain bukan sekadar tren, tapi alat untuk memberdayakan perajin dan meningkatkan kesejahteraan mereka," bebernya.

Dari gagasan inilah lahir Balitar NFT, sebuah platform yang memungkinkan seniman dan perajin batik untuk menjual karya mereka dalam bentuk Non-Fungible Token (NFT).

Sesuai dengan tagline ‘banyak manfaat dalam satu aplikasi, programnya dirancang memberikan solusi 3 in 1 yang mempermudah proses penjualan, serta memberikan edukasi tentang NFT kepada para pengguna.

"Banyak perajin yang memiliki karya luar biasa, tetapi kurang mendapat apresiasi yang layak. Dengan NFT, mereka bisa menjual hasil karya mereka ke pasar global dan mendapatkan keuntungan yang lebih besar," terangnya.

Inovasi ini memungkinkan setiap karya batik yang telah di NFT-kan memiliki sertifikat digital yang unik dan tidak dapat dipalsukan, sehingga keasliannya terjamin.

Tak hanya untuk ekonomi kreatif, dia juga membawa teknologi ini ke dunia pendidikan, bekerja sama dengan sekolah-sekolah untuk mengubah tugas prakarya siswa, seperti doodle art dan mandala, menjadi NFT yang bernilai jual.

"Ini bisa menjadi motivasi bagi siswa untuk lebih kreatif dan menghasilkan karya yang berkualitas," tambahnya.

 

Untuk modal proyeknya, dia menyisihkan sebagian uang jajan, dan mulai merintis bisnis kaos costum dan photobooth sebagai sponsor di beberapa acara sekolah. Modal yang dikumpulkan dari usaha tersebut menjadi langkah awalnya masuk ke dunia investasi dan blockchain.

Selain itu, dia harus membagi waktu antara belajar, mengerjakan tugas sekolah, dan mengembangkan platformnya.

"Blockchain itu kompleks, saya harus belajar banyak. Tidak jarang saya begadang demi memahami lebih dalam tentang teknologi ini," ujarnya.

Menurut dia, fundamental snagat penting dalam dalam proyeknya. Pasalnya, banyak proyek kripto yang hanya mengejar keuntungan sesaat.

“Saya ingin Balitar NFT benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat, bukan sekadar tren," tegasnya.

Meski masih dikerjakan secara mandiri, dia berharap dapat membentuk tim yang solid untuk mengembangkan Balitar NFT lebih jauh.

“Inisiatif ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan perajin batik, tetapi juga mempromosikan warisan budaya Indonesia ke tingkat global,” pungkasnya. (*/ady)

Editor : M. Subchan Abdullah
#blockchain #Perajin #warnet #Balitar NFT #Ario Putra Bakti #non fungible token #kripto #batik #Kota Blitar #pelajar smk