BLITAR – Area Cekdam Kali Semut menjadi salah satu akses strategis masyarakat di Kecamatan Gandusari, di Kabupaten Blitar dalam rutinitas sehari-hari.
Pasalnya, bangunan pengendali aliran lahar Gunung Kelud ini menghubungkan wilayah dua desa, yakni Desa Ngaringan dengan Desa Soso, Kecamatan Gandusari.
Namun, karena kondisi permukaan jalan di bangunan cekdam rusak parah hingga jadi jalan makadam, membuat masyarakat yang melintas harus mempersiapkan ketangkasan, terutama saat menanjak awal masuk area cekdam.
Bangunan yang berfungsi sebagai salah satu penahan aliran lahar atau kantong lahar Gunung Kelud ini membentang sepanjang sekitar 700 meter. Pada bagian punggung bangunan cekdam terdapat akses jalan yang biasa dimanfaatkan masyarakat dalam rutinitas sehari-hari.
Apalagi saat libur panjang Lebaran, arus lalu lintas di kawasan cekdam ini lebih ramai. “Kalau mau ke Soso dari Ngaringan, lewat dam ini cukup dekat, daripada memutar. Tapi sayang jalannya rusak,” ungkap Siswanto, warga setempat.
Di tengah musim hujan seperti saat ini, para pengendara harus ekstra waspada, terutama pengendara sepeda motor. Pasalnya, banyak terdapat jeglongan pada akses jalan di bagian punggung cekdam, dan terjadi genangan.
Meski aksesnya penuh tantangan, ketika cuaca cerah pemandangan dari atas cekdam sangat menyejukkan pandangan mata. Gunung Kelud yang berada di sisi utara bakal terlihat jelas dari lokasi cekdam.
Kawasan ini sering kali menjadi titik pemberhentian rombongan gowes untuk sekedar istirahat sambil mengabadikan momen puncak Gunung Kelud yang terlihat jelas.
Seperti diketahui, masyarakat di kedua sisi cekdam memanfaatkan akses jalan di atasnya, karena dua desa, yakni Desa Ngaringan dengan Desa Soso, hanya terpisah oleh bangunan cekdam tersebut. Sebab, jika harus memutar memang cukup jauh.
Misalnya, rute memutar lewat utara melintasi kawasan Blumbang Gede, harus menempuh jarak sekitar 6 kilometer (km). Sedangkan, jika memutar lewat selatan melintasi Kelurahan Babadan, Kecamatan Wlingi, harus menempuh jarak sekitar 8 km. (ynu)
Editor : M. Subchan Abdullah