Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Waspada, 12 Titik di Kota Blitar Jadi Lokasi Skrining Penyebaran Kasus Penyakit Tuberkolosis

Muhamad Ilham Baha’udin • Sabtu, 22 Maret 2025 | 17:00 WIB
ILUSTRASI
ILUSTRASI

BLITAR  – Penyakit tuberkolosis (TB) masih menjadi salah satu momok menakutkan bagi masyarakat Bumi Bung Karno di Kota Blitar.

Kendati demikian, banyak masyarakat yang menganggap remeh penyakit mematikan ini. Sebagai upaya penanggulangan, sebanyak 12 titik ditetapkan menjadi lokasi skrining.

Kepala Seksi Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kota Blitar, Trianang Prasetyawan mengatakan, dalam rangka Hari Tuberkolosis Sedunia, sejumlah tempat dengan tingkat interaksi tinggi yang berpotensi menjadi pusat penyebaran TB menjadi sasaran utama.

“Kami melakukan skrining aktif di populasi khusus yang berisiko, seperti lapas dewasa, LPKA, pondok pesantren, hingga tempat kerja yang banyak kerumunan,” ungkapnya, Sabtu (22/3/2025).

Selain skrining, dinkes juga menggelar investigasi kontak yang terintegrasi dengan pemberian terapi pencegahan tuberkulosis (TPT). “Kami tidak hanya mencari penderita baru, tetapi juga melakukan tracing terhadap kontak erat pasien TB untuk memastikan mereka tidak terinfeksi. Jika ditemukan kasus langsung ditangani lebih lanjut,” tandasnya.

Meskipun gejala utama TB adalah batuk lebih dari dua minggu, dia mengungkapkan masih banyak masyarakat yang menganggap remeh kondisi tersebut.

“Sering kali pasien berpikir bahwa batuk lama itu hal biasa, terutama pada lansia. Padahal, bisa jadi itu TB. Inilah yang kami coba edukasikan melalui berbagai kampanye,” kata Trianang.

Dinkes Kota Blitar telah menetapkan 12 titik skrining yang tersebar di beberapa wilayah, termasuk fasilitas kesehatan, lapas, pondok pesantren, sekolah, serta tempat kerja.

Selain itu, puskesmas juga dikerahkan untuk turun langsung ke lapangan guna menjangkau lebih banyak masyarakat.

Sebagai bentuk dukungan tambahan, dinkes juga menggandeng lintas sektor untuk menyalurkan bantuan sembako dan nutrisi bagi penderita TB.

“Selain pengobatan, kami juga memberikan bantuan gizi untuk mempercepat pemulihan pasien. Harapannya, dengan kondisi gizi yang baik, pasien bisa lebih cepat sembuh,” bebernya.

Kegiatan ini akan berlangsung hingga April 2025. “Kami terus mengajak masyarakat untuk memanfaatkan program ini secara gratis. Skrining, pengobatan, hingga bantuan nutrisi, semua diberikan tanpa biaya. Mari bersama-sama berjuang menuju Indonesia bebas TB,” pungkasnya. (ham/c1/ynu)

Editor : M. Subchan Abdullah
#bumi bung karno #kasus #penyakit tuberkolosis #skrining #tb #dinkes kota blitar #Kota Blitar