Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Lebih Akrab dengan Melania Febby Yunia Putri, Perempuan Muda asal Blitar Geluti Bisnis Makaroni

Muhamad Ilham Baha’udin • Senin, 24 Maret 2025 | 22:00 WIB

 

ULET:  Melania Febby Yunia Putri menunjukkan produk camilan ringannya.
ULET: Melania Febby Yunia Putri menunjukkan produk camilan ringannya.

BLITAR - Peluang bisnis bisa datang dari mana saja, termasuk dari hobi dan kecintaan terhadap dunia kuliner. Seperti Melania Febby Yunia Putri, warga Desa Jingglong, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar yang tak pernah menyangka  akan sukses membangun bisnis makanan ringan.  

Suasana salah satu kios ruko yang terletak di Jalan Sultan Agung, Sananwetan, dipenuhi dengan anak muda yang mayoritas perempuan. Tak lama kemudian, sesosok perempuan muda menyambut kunjungan koran ini. Iya, dia adalah pemilik usaha jajanan ringan, Melania Febby Yunia Putri.

"Saya sebenarnya memiliki latar belakang yang jauh dari dunia bisnis, tepatnya lulusan pendidikan seni tari. Tapi, sejak dulu saya memang ingin punya usaha makanan. Tapi waktu itu masih bingung, makanan apa yang cocok untuk pasar Blitar," katanya, mengawali pembicaraan.

Meski sudah memiliki keinginan kuat, Melania belum langsung terjun ke dunia bisnis. Dia sempat bekerja sebagai make-up artist (MUA) sekaligus menjadi aktivis seni tari yang membimbing ekstrakurikuler di sekolah-sekolah. Namun, di tengah kesibukannya itu, pikirannya tetap dipenuhi ide untuk merintis usaha kuliner.

Inspirasi datang dari kebiasaannya yang gemar menjelajahi kuliner di Blitar. Dia menyadari bahwa belum banyak pilihan makanan ringan yang tahan lama dan bisa dinikmati oleh berbagai kalangan. Ditambah lagi, sang ibu memiliki keahlian memasak, terutama dalam pengolahan makanan berbasis penggorengan.

Akhirnya, setelah banyak pertimbangan, dia lantas memutuskan untuk memulai bisnis makanan ringan yang tahan lama dan mudah didistribusikan.

“Waktu itu saya kepikiran buat cemilan yang bisa dinikmati semua usia, bisa disimpan dalam suhu ruangan, dan tentunya belum banyak pesaing di Blitar,” bebernya.

Dari situlah, lahir produk camilan kering yang terdiri dari berbagai varian. Termasuk makaroni kering, basreng (bakso goreng), mi lidi, mi gemas, kulit krispi, dan usus krispi. Produk ini juga hadir dalam beragam rasa mulai dari bawang daun jeruk, balado, BBQ, hingga keju. Untuk level kepedasan, tersedia pilihan dari tidak pedas hingga super pedas.

“Awalnya, saya memasarkan produk di berbagai acara, salah satunya event thrift pada April 2024. Respons positif yang saya terima saat itu semakin meyakinkan saya untuk membuka outlet sendiri,” kenangnya.

Tak butuh waktu lama, pada Juni 2024, outlet pertama miliknya resmi dibuka di Jalan Kalimantan, Blitar. Dari yang semula hanya mengandalkan pasar lokal, kini bisnisnya mulai merambah ke berbagai daerah luar kota dengan sistem jastip dan penjualan online melalui Shopee.

“Kami juga sedang dalam proses pengembangan pemasaran di TikTok. Ke depan, targetnya bisa lebih luas lagi. Alhamdulillah sekarang sudah bisa membuka empat cabang outlet di Blitar Raya,” ujarnya.

Seiring dengan meningkatnya popularitas, pesanan semakin meningkat. Pada hari-hari biasa, produksi camilan ini mencapai 20–40 kg per hari. Namun, saat momentum Lebaran, pesanan melonjak drastis hingga 80–90 kg per hari.

Untuk menjawab permintaan pasar, Melania juga menyediakan kemasan kiloan, toples, serta paket hamper yang menjadi favorit pelanggan saat musim perayaan.

“Ke depan, saya ingin terus memperbesar usaha ini, memperluas jangkauan pemasaran, dan tentu saja terus berinovasi dengan varian rasa baru,” pungkasnya. (*/c1/din)

Editor : M. Subchan Abdullah
#Kabupaten Blitar #bisnis #jajanan ringan #mua #perempuan muda #Melania Febby Yunia Putri #makaroni #Make up artis #camilan