BLITAR - Menjelang arus mudik Lebaran, pengecekan sejumlah armada di Terminal Tipe A Patria Kota Blitar terus dimasifkan. Untuk itu, dilakukan ramp check dan pemeriksaan kesehatan sopir serta kru bus.
Kepala Terminal Patria, Verie Sugiharto, mengungkapkan bahwa pada ramp check hari ini diikuti 17 armada. “Hasilnya, rata-rata kendaraan yang dicek sudah layak jalan. Namun, ada satu bus yang tidak memenuhi standar karena kondisi ban yang aus,” ungkapnya, Selasa (25/3/2025).
Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa dalam ramp check ini tim menemukan satu armada dengan ban yang mengalami pengelupasan akibat kurang tekanan angin. “Ada satu bus AKDP dengan ban yang masih tebal, tapi ada bagian yang pernah terkelupas. Kemungkinan karena bannya sempat kurang angin,” jelasnya.
Atas temuan tersebut, pihak terminal memberikan surat peringatan kepada perusahaan bus agar segera mengganti ban sebelum beroperasi kembali. “Kami sudah berikan peringatan tertulis agar pengelola bus segera mengganti ban yang bermasalah,” imbuhnya.
Selain pemeriksaan kendaraan, juga dilakukan tes urine terhadap 53 kru bus yang terdiri dari sopir, kondektur, dan kernet. “Alhamdulillah, hasil tes urine menunjukkan seluruh kru bus negatif narkoba,” tambahnya.
Namun, dalam pemeriksaan kesehatan, ditemukan satu pengemudi dengan tekanan darah tinggi. “Sopir tersebut langsung kami minta diganti agar tidak membahayakan perjalanan. Keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Sementara itu, di lokasi yang sama, Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin menegaskan bahwa semua kendaraan yang digunakan untuk arus mudik dan balik harus memenuhi standar keselamatan.
“Ini bagian dari persiapan mudik dan balik Lebaran. Dari hasil pemeriksaan, hanya satu kendaraan yang tidak layak jalan. Itu pun langsung kami tindak agar tidak beroperasi,” ujarnya.
Dia mengingatkan para sopir untuk selalu waspada di perjalanan. “Arus mudik dan arus balik pasti padat. Sopir harus menjaga kesehatan, tidak boleh memaksakan diri saat mengantuk, dan dilarang ugal-ugalan. Keselamatan lebih penting dari apa pun, terutama karena mereka membawa banyak penumpang,” pungkasnya. (ham/c1/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah