BLITAR – Libur panjang menyambut dua hari raya sudah berlangsung. Namun, arus mudik menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1947 yang jatuh pada Sabtu (29/3) dan Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah, yang diperkirakan jatuh pada Senin (31/3/2025), belum terlihat.
Misalnya, arus lalu lintas yang melintasi Desa Siraman, Kecamatan Kesamben, belum terjadi peningkatan yang signifikan. Arus mudik yang melintasi jalur utama Desa Siraman masih normal.
Desa Siraman merupakan salah satu wilayah yang menjadi pintu masuk menuju pusat kota dari wilayah timur atau Malang. Di desa ini terdapat percabangan jalur atau simpang tiga yang memisahkan dua jalur utama, yakni jalur utama yang melintasi wilayah Kecamatan Wlingi, dan jalur selatan yang melintasi wilayah Kecamatan Kanigoro.
Saat puncak arus mudik kawasan simpang tiga di Desa Siraman, menjadi salah satu titik rawan macet di wilayah Kabupaten Blitar.
Tidak hanya di ruas jalan Desa Siraman, di lingkungan masyarakat juga belum begitu terlihat kepulangan masyarakat yang selama ini merantau. Di desa ini, sebagian masyarakat ada yang menggantungkan mata pencahariannya dengan merantau ke Kalimantan, Sulawesi, hingga Jakarta.
“Yang merantau ke Jakarta, sudah ada beberapa yang pulang,” jelas Kepala Dusun Siraman Krajan, Satori.
Kepulangan masyarakat Desa Siraman yang merantau, salah satunya bisa terdeteksi saat momen salat Jumat di masjid setempat. Jumlah jamaah salat Jumat biasanya bakal meningkat drastis ketika sebagian besar para perantau pulang ke kampung halamannya.
Diperkirakan kepulangan masyarakat yang merantau maupun peningkatan arus lalu lintas di Desa Siraman, terjadi pada akhir pekan ini. “Untuk Jumat lalu, jumlah jamaah salat Jumat masih normal seperti biasanya,” ujar pria 55 tahun ini. (ynu)
Editor : M. Subchan Abdullah