BLITAR - Akhirnya bantuan berupa hunian sementara (huntara) dua keluarga korban banjir di Desa Sambigede, Kecamatan Binangun, sudah diterima, pada Kamis (27/3/2025).
Sayangnya, bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, tidak dilengkapi dengan dapur. Untuk mewujudkan pekerjaan rumah (PR) fasilitas dapur, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar, harus urunan dengan pemerintah desa (pemdes).
Sumilah, warga yang terdampak banjir mengaku bersyukur telah diberi bantuan berupa huntara. Sebab, rumahnya sudah tidak tersisa, bahkan harta bendanya pun terbawa arus banjir pada akhir November 2024.
Sehari setelah kejadian itu, Sumilah menginap di rumah tetangganya. Karena perempuan 72 tahun itu tidak memiliki saudara dan hanya hidup sebatangkara. Namun, masyarakat setempat sangat peduli dengan Sumilah.
“Ya Allah, terima kasih sudah dikasih rumah. Tapi belum ada dapurnya. Jadi saya minta ke bupati untuk dibangun,” ujar Sumilah.
Sementara itu, Bupati Blitar, Rijanto mengatakan, Pemkab Blitar menyerahkan bantuan huntara ini dari BPBD Jawa Timur kepada dua keluarga terdampak banjir. Semuanya dibiayai oleh BPBD Provinsi Jawa Timur, dengan tiap rumah menelan anggaran Rp 50 juta.
Memang bantuannya tidak banyak, namun setidaknya dapat membantu kedua korban. “Bantuan ini Pemkab Blitar tidak bisa intervensi. Adanya itu, ya kami berikan ke masyarakat ya apa adanya. Ternyata dari penghuni tadi ada semacam permintaan, yakni pembangunan dapur, karena memang belum ada,” kata Rijanto.
Dia melanjutkan, setelah ada pemeriksaan dari Inspektorat Kabupaten Blitat, akan diilanjutkan pembangunan lagi untuk dapur. Namun, anggarannya akan dilakukan dengan cara gotong royong.
Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemdes Sambigede dan Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (Disperkimtan), untuk membangun dapur kedua huntara tersebut.
Rijanto merasa prihatin kondisi yang dialami oleh Sumilah dan Marsim yang membuat rumahnya tidak bisa ditempati lagi. Apalagi Sumilah dalam keadaan buta, rumah dan ternaknya hilang. Oleh karena itu, pemerintah hadir untuk membantu.
“Selain Huntara, kami juga memberikan matras, alat dapur, kompor dan ketersediaan air sudah ada tandon dan listrik sudah siap. Sehingga sudah lengkap dan tinggal menghuni. Mereka semua senang tadi diberikan huntara ini,” ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, disperkimtan sudah melakukan pemberkasan administrasi terkait bantuan tersebut. Selanjutnya hanya tinggal penyerahan bantuan kepada penerima manfaat. Pihaknya telah berkoordinasi dengan kepala desa untuk fasilitasi bantuan itu.
Namun, ternyata BPBD Jawa Timur melaksanakan bantuan tersebut lebih dulu. Karena masih kurang dapur, dana stimulan itu untuk pembangunan dapur. “Dana stimulan untuk korban banjir yang rumahnya roboh Rp 30 juta dalam bentuk non-cash atau tabungan.
Sedangkan, rumah yang terdampak ringan dapat bantuan Rp 15 juta. Karena uang itu bisa digunakan secara fleksibel. Untuk beli material dan kebutuhan lainnya,” pungkas Rijanto. (jar/ynu)
Editor : M. Subchan Abdullah