Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Pawai Ogoh-Ogoh di Blitar Upacara Pembersihan Jelang Catur Bratha Penyepian

Yanu Aribowo • Sabtu, 29 Maret 2025 | 05:32 WIB
SAKRAL: Prosesi pawai ogoh-ogoh peserta dari Desa Tegalasri, Kecamatan Wlingi, di kawasan RTH Wlingi, pada Jumat (28/3/2025).
SAKRAL: Prosesi pawai ogoh-ogoh peserta dari Desa Tegalasri, Kecamatan Wlingi, di kawasan RTH Wlingi, pada Jumat (28/3/2025).

BLITAR - Ribuan umat Hindu Blitar Raya melaksanakan Upacara Tawur Kasanga dan pawai ogoh-ogoh di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Wlingi, Kelurahan Beru, Kecamatan Wlingi, pada Jumat (28/3/2025).

Prosesi ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1947, yang jatuh pada Sabtu (29/3/2025). Hari ini, umat Hindu menjalani prosesi Catur Bratha Penyepian.

Sejak pagi, sebelum pawai ogoh-ogoh berlangsung di jalanan Kelurahan Beru dan Kelurahan Babadan, Kecamatan Wlingi, prosesi diawali dengan sembahyang. Pawai ogoh-ogoh baru diberangkatkan sekitar pukul 13.00 WIB.

Tahun ini, ada sebanyak 51 ogoh-ogoh dari berbagai kecamatan. Intinya, agenda ini merupakan upacara mecaru atau pembersihan dengan memberikan jamuan kepada para bhuta kala, yang didatangkan, diupacarakan, dan diberikan persembahan.

“Supaya nanti, saat pelaksanaan Catur Bratha Penyepian, dalam konsep Hindu, para bhuta kala itu tidak mengganggu jalannya Catur Bratha Penyepian,” jelas Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Blitar Raya, Priyoko.

Setiap tahun, agenda ini selalu menarik perhatian masyarakat lintas agama. Sepanjang jalan utama mulai RTH Wlingi hingga kawasan Pasar Wlingi, dipadati masyarakat yang ingin menyaksikan pawai ogoh-ogoh.

Setiap persimpangan sepanjang rute pawai ogoh-ogoh juga dipadati masyarakat. Agenda ini juga dihadiri Bupati Blitar, Rijanto, dan para pejabat forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda).

Usai pelaksanaan pawai, ogoh-ogoh selanjutnya dibakar. Misalnya, di Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, ogoh-ogoh selanjutnya diarak dari Pasar Krisik menuju Pura Agung Arga Sunya, sebelum akhirnya dibakar. Di Desa Krisik, jumlah umat Hindu mencapai 12,5 persen, atau sekitar 950 orang, dari total 7.600 penduduk. Umat Hindu tersebar di empat dusun Desa Krisik, yakni Krisik, Tirtomoyo, Barurejo, dan Wonorejo.

“Umat Hindu di Dusun Wonorejo sedikit, mayoritas umat Hindu tinggal di Dusun Barurejo,” jelas Kades Krisik, Hari Budi Setyawan.

Seperti diketahui, rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1947 di Kabupaten Blitar, diawali Upacara Melasti di Pantai Jolosutro, Desa Ringinrejo, Kecamatan Wates, pada Sabtu (22/3/2025). Kemudian dilanjutkan Upacara Tawur Kasanga dan pawai ogoh-ogoh di kawasan RTH Wlingi.

Selanjutnya, umat Hindu menjalani Catur Bratha Penyepian, pada Sabtu (29/3), lalu persembahyangan Ngembak Geni, pada Minggu (30/3).

“Umat Hindu juga dijadwalkan menjalani Dharma Shanti pada pertengahan Mei mendatang, yang dihadiri umat Hindu dari berbagai kecamatan,” jelas Mangku Istri Pura Purwalaksana, Desa Bendosewu, Kecamatan Talun, Isti Retno Wulandari. (ynu)

Editor : M. Subchan Abdullah
#umat hindu #hari raya nyepi #blitar #pawai ogoh ogoh #Catur Brata Penyepian #Jelang #RTH Wlingi