BLITAR – Ada 12 titik rawan kemacetan yang diprediksi akan terjadi saat arus mudik dan balik Lebaran 2025. Titik-titik ini tersebar di jalur utama maupun jalur alternatif yang menghubungkan Blitar dengan wilayah sekitarnya. Seperti jalur Kesamben dan Sanankulon menjadi titik rawan kemacetan.
Kepala Dishub Kabupaten Blitar, Agus Santosa, menjelaskan bahwa pemetaan dilakukan untuk mengantisipasi potensi kepadatan kendaraan, terutama di perbatasan Malang-Blitar dan Blitar-Kediri. Pihaknya juga telah memitigasi lokasi rawan kemacetan dengan pemasangan barrier, rekayasa lalu lintas serta pemasangan petunjuk jalan alternatif.
“Beberapa titik rawan macet sudah teridentifikasi berdasarkan riwayat kepadatan lalu lintas pada musim mudik sebelumnya. Salah satunya di kawasan Selorejo, tepatnya di jalan kembar Ngreco, serta wilayah Kesamben yang kerap mengalami penumpukan kendaraan,” ujar Agus, Sabtu (29/3/2025.
Selain itu, jalur utara juga diprediksi mengalami kepadatan, terutama di ruas Wlingi-Talun hingga Garum. Sementara itu, di bagian barat, simpang empat Kawedusan atau Poluhan yang menjadi jalur alternatif Blitar-Surabaya melalui Jombang juga berpotensi mengalami kemacetan.
Titik rawan macet lainnya berada di kawasan Tugurante, Srengat, serta perempatan Kalipucung yang juga sering mengalami lonjakan kendaraan saat arus mudik dan balik Lebaran.
Maka dari itu, untuk mengantisipasi kemacetan, Dishub Kabupaten Blitar akan berkoordinasi dengan Kepolisian, Polres Blitar, dan Polres Blitar Kota dalam pengaturan lalu lintas.
Berbagai langkah rekayasa lalu lintas juga telah disiapkan, seperti menerapkan sistem flash menonaktifkan traffic light serta pemasangan pembatas jalan di beberapa titik strategis.
Tidak hanya itu, petugas Dishub juga akan disiagakan di posko Operasi Ketupat serta di lokasi rawan macet untuk membantu kelancaran arus kendaraan.
“Kami akan terus memantau kondisi lalu lintas dan melakukan penanganan cepat jika terjadi kemacetan. Harapannya, arus mudik dan balik Lebaran tahun ini bisa berjalan lancar tanpa kendala berarti,” ungkapnya.
Sementara itu, KBO Salantas Polres Blitar IPDA Fahmi Yuliastarto mengatakan telah menyiapkan 3 tim urai untuk menangani kemacetan di Bumi Penataran. Tim urai dilengkapi 24 personel dipimpin seorang perwira polisi. Tim urai dibagi tiga wilayah, yakni Wlingi, Lodoyo Barat dan Wonotirto untuk pengamanan jalur lintas selatan (JLS).
“Tim urai ini sifatnya mobile, di mana ada kepadatan mereka akan datang untuk membantu menangani arus. Mereka dinamis, karena saya sudah ngobrol dengan anggota forkopimda mudik tahun ini lebih ramai. Saya prediksi puncak arus mudik pada 29 – 30 Maret” ujar Fahmi beberapa waktu lalu.
Selain itu, kepolisian juga akan siagakan lampu flash light yang ada di depan terminal tipe B Kesamben. Tujuannya untuk menghindari crossing-crossing yang ada di simpang-simpang sepanjang lapangan Dusun Babadan, Desa Kesamben, hingga simpang tiga yang mengarah ke Desa Pagerwojo.
Untuk rekayasa lalu lintas, arus dari arah barat atau Blitar dilewatkan utara simpang tiga Babadan, sehingga tembus ke belakang terminal lanjut lurus ke kanan hingga arah Malang.
Sebaliknya, kendaraan dari arah Malang nanti dibuat langsung lurus agar mengurangi timbunan arus lalu lintas di depan Terminal Kesamben.
”Untuk sementara yang perlu dilakukan rekayasa lali lintas masih di sekitar Terminal Kesamben karena menjadi titik temu kendaraan dari Blitar dan Malang,” pungkasnya. (jar/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah