BLITAR - Syekh Abu Na’im merupakan salah satu tokoh yang berjasa dalam pendirian masjid-masjid tua di wilayah Blitar, Tulungagung, Kediri, dan sekitarnya.
Syekh Abu Na’im wafat sekitar tahun 1979. Beliau dikebumikan di Desa Kandangan, Kecamatan Srengat.
Syekh Abu Na’im merupakan salah satu tokoh Islam yang tak lepas dari kehebatan dan keilmuan agama yang dimiliki.
Salah satu cucu Syekh Abu Na’im, Khozin menjelaskan, pembangunan masjid yang dimaksudkan itu dalam hal pemilihan lokasi hingga pemilihan barang.
Dengan kemampuannya tersebut, Syeh Abu Na’im sering kali dimintai untuk menganalisa suatu lokasi yang akan digunakan dalam pembangunan masjid. Serta bahan-bahan yang akan digunakan termasuk kayu penyangga dan sebagainya.
Semasa hidupnya, Syekh Abu Na’im membantu pembangunan masjid yang tak terhitung jumlahnya. “Konon kata santrinya ada sekitar 400-an,” ungkapnya.
Area makam Syekh Abu Na’im kini sering digunakan tawasul pada hari-hari biasa dan mengalami kenaikan pengunjung saat menjelang Ramadan.
Dia menjelaskan, pihak desa turut membantu dalam infrastruktur akses jalan meliputi pelebaran jembatan dan pelebaran pengaspalan jalan.
”Banyak yang ziarah dengan kendaran-kendaraan besar, akhirnya juga dibantu sama desa. Pembangunan makam juga gotong royong warga sekitar,” jelasnya.
Peziarah yang datang kebanyakan rombongan dari luar kota. Biasanya, setelah berziarah di Makam Bung Karno atau Petilasan Syekh Subakir akan langsung menuju Makam Syekh Abu Na’im.
Pada area pemakaman Syekh Abu Na’im turut disemayamkan istri beliau, Ibu Nyai Sutirah. Serta kakak iparnya yang merupakan salah satu pejuang kemerdekaan. (jar/din)
Editor : M. Subchan Abdullah