BLITAR – Cuaca dan perawatan sangat penting diperhatikan untuk pertumbuhan tanaman kubis. Termasuk dilakukan petani di Desa Kunir, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar.
Mereka kini harus pandai untuk merawat tanaman jika ingin menghasilkan panen sesuai harapan.
“Ya ada beragam jenis tanaman kubis ini. Hasil tanaman pun ada yang baik dan sebaliknya,” kata petani desa setempat, Nidor, kemarin.
Dia mengaku, tanaman kubis di lahannya berusia sekitar 60 hingga 70 hari. Artinya tinggal memasuki masa panen.
Meski akan panen, untuk hasil diperkirakan kurang optimal. Sebab ada beberapa faktor bisa mempengaruhi.
Dia menjelaskan, cuaca akhir-akhir ini tidak menentu membuat kubis ini terhambat untuk pertumbuhan.
Selain itu, untuk perawatan berupa pupuk saat ini masih belum terasa. Lantaran butuh dosis tertentu. “Ya kalau perawatan pupuk atau obat lainnya untuk tanaman kalau harga pasti tidak murah,” katanya.
Dengan berbagai upaya sudah dilakukan untuk merawat tanaman kubis, dari petani tentu pasrah. Sebab semua sudah diatur dan ditentukan Tuhan. Jika memang baik tentu merupakan rezeki.
Dia mengaku, sejumlah petani lain di sekitar ladangnya pun memiliki tanaman kubis dengan hasil baik. Artinya memang tergantung dari masing-masing petani saat merawat.
Musim kubis tidak harus tiap tahun. Dari petani akan lebih mengetahui jika melihat cuaca. Artinya jika tahun ini sudah ditanam kubis, maka tahun akan datang atau setelah panen diganti dengan tanaman lain.
“Kemungkinan akan ditanam cabai, karena cenderung lebih baik dan memiliki nilai ekonomi tinggi,” pungkasnya. (jar/din)
Editor : M. Subchan Abdullah