BLITAR – Momen Ramadan dan Lebaran selalu menjadi berkah bagi produsen Opak Gambir khas Kota Blitar. Pasalnya, permintaan opak dengan cita rasa manis dan gurih ini meningkat pesat.
Peningkatan permintaan hampir 200 persen dibanding hari-hari biasa. Seperti yang dialami Dian Katikawati, salah satu produsen opak gambir di Kelurahan Plosokerep, Kecataman Sananwetan, Kota Blitar. Hampir setiap menjelang Lebaran dia mendapat banyak pesanan opak gambir, baik untuk warga lokal hingga luar daerah.
“Alhamdulilah, banyak pesanan untuk Lebaran tahun ini. Biasanya pesanan dari instansi-instansi serta masyarakat,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Blitar.
Usaha yang dia rintis sejak 2012 ini telah berkembang berkat inovasi produk dan membaca kebutuhan pasar. Opak gambir yang diproduksi banyak varian rasa untuk menyesuaikan kebutuhan pasar.
“Awalnya opak gambir memang hanya rasa coklat, wijen dan jahe. Lalu saya berpikir untuk menambah beragam rasa agar banyak pilihan dan memenuhi selera masyarakat,” terangnya.
Di momen Lebaran, permintaan opak gambir selalu meningkat. Biasanya pemesanan dilakukan jauh-jauh hari untuk mengantisipasi ketersediaan stok. ”Biasanya, pemesanan sudah dilakukan sebulan sebelum Lebaran atau bahkan sebelum puasa sehingga kami ada persiapan. Kalau mendadak tidak bisa,” ujarnya.
Dalam memproduksi opak gambir, dia dibantu oleh beberapa orang pekerja. Opak gambir yang dibuat beragam rasa sesuai permintaan. Meski begitu, dia tetap mempertahankan rasa original karena masih tetap diminati oleh sebagian masyarakat.
Opak gambir olahannya menggunakan cita rasa buah. Ada rasa nangka, rasa belimbing, jambu, pisang, dan durian. “Di sini kami memilih buah yang aromanya kuat agar lebih khas dan selalu diingat oleh masyarakat,” katanya.
Saat ini, produk opak gambir miliknya memiliki 10 varian rasa. Di antaranya wijen, jahe, coklat, nangka, jambu, pandan wangi, ubi ungu, durian, dan nanas. Dengan inovasi rasa tersebut, opak Gambir khas Blitar itu diharapkan semakin dikenal luas oleh masyarakat dan menjadi primadona di musim Lebaran. (sub/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah