Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Perahu Penyeberangan Sungai Brantas Tetap Jadi Pilihan Pengendara Warga Blitar-Tulungagung

Noormalady Usman • Jumat, 4 April 2025 | 18:00 WIB
CEPAT: Salah satu titik penyeberangan Sungai Brantas di Desa Purwokerto, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar.
CEPAT: Salah satu titik penyeberangan Sungai Brantas di Desa Purwokerto, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar.

BLITAR - Moda transportasi perahu penyeberangan Sungai Brantas tetap menjadi idola warga yang akan berkunjung ke rumah keluarga saat Lebaran. Tak hanya untuk memangkas jarak jika harus memutar, juga harga dan jaminan keamanan yang menjadi alasan.

Wajar jika dalam sehari, perahu penyebarangan bisa menyeberangkan ribuan warga baik dari Blitar ke Tulungagung, atau sebaliknya dari wilayah Tulungagung ke Blitar. Dengan persentase 70 persen pengendara roda dua dan sisanya roda empat dan lebih.

“Untuk tarif penyeberangan mulai naik pas hari raya, jika kendaraan roda dua Rp 3 ribu naik menjadi Rp 5 ribu, kendaraan roda 4 dari harga Rp 7 ribu menjadi Rp 15 ribu,” ungkap Rudiyanto, salah satu pekerja perahu tambangan di wilayah Desa Purwokerto, Kecamatan Srengat, Jumat (4/4/2025).

Setiap Lebaran, jelas dia, kenaikan jumlah penyeberang terjadi pada hari H Idul Fitri hingga seminggu setelahnya. Kenaikan saat hari raya bisa mencapai ribuan orang, sehingga dipastikan proses penyeberangan akan sangat sibuk dan padat. “Penyeberangan sangat sibuk pada hari H atau setelah salat Id, biasanya sampai malam masih terus ramai,” ujarnya.

Tentu warga yang ingin berkunjung ke rumah keluarga di wilayah Tulungagung atau sebaliknya lebih memilih perahu penyeberangan karena lebih hemat waktu dan biaya. Kalau harus memutar ke melalui Jembatan Trisula Kademangan atau Jembatan Ngujang II, tentu akan lebih jauh.

“Rata-rata alasannya karena lebih dekat, dan memang kalau harus memutar lewat darat akan memakan waktu dan juga sangat jauh,” tegasnya.

Dia masih tetap optimistis moda perahu penyeberangan bakal tetap menjadi favorit warga yang akan menyeberang. Selain itu, kondisi keamanan juga terjamin meskipun dalam beberapa hari terakhir hujan membuat banjir dan arus sungai agak tinggi.

“Tapi kondisi tetap aman terkendali, karena setiap bulan kondisi perahu dan tambang dicek untuk keamanannya,” ungkapnya. (ham/ady)

Editor : M. Subchan Abdullah
#idul fitri #blitar #sungai brantas #roda dua #tulungagung #pengendara #Roda Empat #tambangan #perahu penyebarangan