BLITAR - Dunia public speaking kini sedang digandrungi Era Nurmanzila. Sebab memiliki peran penting dalam melatih kepribadian dan kepercayaan diri.
Dia tertarik dengan public speaking dari ketidaksengajaan. Yakni ketika giat Pramuka di sekolah. “Waktu itu masih SMA, tiba-tiba dijadikan master ceremony. Meski dadakan, tetap bisa menguasai lapangan dan lebih tertantang,” ungkap alumnis SMAN 1 Talun ini.
Dari situ kemudian terus berlatih untuk lebih baik dalam dunia public speaking, sebagai upaya untuk pengembangan diri.
Selain rutin membuka referensi dan sharing dengan teman-teman sudah lebih dulu aktif, dia pun ikut berbagai lomba. Termasuk pidato, maupun ajang bakat.
Dengan pengalaman selama ini ikut berbagai lomba, manfaat public speaking terasa dan bisa diterapkan.
Dia mengaku, pengalaman ketika mengikuti pemilihan Pelajar NU Kabupaten Blitar pada 2024, pengusaan panggung dan kepercayaan diri meningkat.
Saat itu, kata dia, selain membawakan puisi, dalam sesi wawancara bisa dilalui dengan lancar.
Alhasil dalam pemilihan tersebut bisa meraih predikat winner. Itu merupakan salah satu kenangan. “Banyak manfaat bisa dirasakan jika betul-betul melatih ilmu pengetahuan public speaking,” terang mahasiswa keperawatan itu.
Warga Desa/Kecamatan Gandusari ini akan terus belajar dengan dunia itu. Sebab ke depan bisa sebagai bekal untuk meniti karir atau memberikan ilmu ke sesama generasi muda atau mahasiswa.
Dia mengaku, dengan aktivitas aktif di organisasi kini tidak canggung ketika didapuk sebagai pembawa acara. Lambat-laun akan bisa, asalkan ada keinginan untuk belajar dengan baik.
“Harapannya sebagai generasi muda, memang harus semangat untuk belajar sesuai dengan passion atau ketertarikan. Dengan terus belajara akan menambah pengalaman serta mempersiapkan tantangan di masa akan datang,” pungkasnya. (jar/din)
Editor : M. Subchan Abdullah