BLITAR - Prestasi gemilang tak datang begitu saja. Butuh perjuangan, dedikasi, dan kerja keras. Itulah yang dilakukan Shireen Adinda Bhelvaa, warga Desa Gadungan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar yang kini menjadi siswi kelas XI SMAN 1 Blitar. Dia dapat meraih pencapaian prestasi akademiknya dalam ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN).
Sejak kecil, Shireen memang sudah akrab dengan kompetisi. Mulai dari SD hingga SMP, dia kerap mengikuti OSN, meskipun saat itu langkahnya hanya sampai tingkat provinsi. Baru ketika menginjak bangku SMA, usahanya membuahkan hasil dengan lolos ke tingkat nasional.
“Dulu di SD dan SMP belum pernah tembus nasional. Baru saat SMA ini saya bisa sampai nasional. Saya sengaja ingin mengukir sejarah bagi sekolah dan bisa membuat portofolio, untuk bisa masuk perguruan tinggi negeri yang saya inginkan,” ujarnya.
Perjalanan Shireen menuju OSN tidaklah mudah. Dia mengakui, saat masih SD dan SMP, belum mendapatkan dukungan pembelajaran yang spesifik.
Namun, ketika memasuki SMA, orang tuanya lebih serius dalam membimbingnya untuk berlatih secara maksimal. Karena mereka belum memahami pentingnya olimpiade. Hingga akhirnya Shireen ikut bimbingan belajar khusus yang memang fokus pada persiapan OSN.
Berbeda dengan dulu yang hanya belajar seperti biasa. Program belajar yang dijalaninya tidak hanya mencakup materi umum, tetapi juga pembelajaran mendalam untuk menghadapi kompetisi di tingkat kota, provinsi, hingga nasional.
Meski sudah mendapatkan fasilitas belajar yang lebih baik, perjuangan Shireen tetap diwarnai berbagai tantangan. Dia sering merasa ragu terhadap kemampuannya sendiri. “Pernah kepikiran, saya bisa menang enggak ya? Soalnya ini sulit, berat, dan harus belajar setiap hari,” ungkap Shireen.
Namun, meskipun sering dilanda keraguan, dia mengaku tidak pernah merasa malas. Namun, dengan jadwal belajar yang padat, rasa jenuh tentu kerap menghampiri. Shireen berusaha untuk tetap menjalani semuanya dengan tekad yang kuat.
“Jenuh itu pasti. Tapi ya gimana lagi? Udah terlanjur nyemplung, jadi harus dijalani,” katanya sembari tersenyum.
Kini, setelah sukses di OSN, Shireen ingin fokus pada kompetisi lain yang lebih sesuai dengan cita-citanya. Dia berencana mengikuti berbagai olimpiade kedokteran, seperti yang diselenggarakan oleh universitas-universitas ternama di Indonesia.
“Saya enggak bisa ikut OSN lagi, karena aturannya memang hanya bisa sekali di tingkat nasional. Jadi ke depan, saya ingin ikut lomba yang berhubungan dengan kedokteran tingkat universitas,” tutur Shireen.
Ternyata keinginannya untuk menekuni dunia kedokteran bukan tanpa alasan. Kedua orang tuanya adalah dokter, sehingga sejak kecil dia sudah akrab dengan dunia medis. Dari kecil dia memang sudah diarahkan untuk mengenal kedokteran.
Maka dari itu, saat ini dia sudah mempersiapkan diri untuk melanjutkan pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. “Doakan ya, saya ingin masuk FK Unair. Insya Allah enggak boleh jauh-jauh dari rumah,” ujarnya penuh harap.
Meski telah menorehkan banyak prestasi, Shireen mengaku masih ada satu impian yang belum terwujud. Dia ingin melangkah lebih jauh ke kompetisi tingkat internasional, namun kesempatan itu sudah tertutup karena OSN internasional hanya bisa diikuti oleh siswa SMA.
“Saya sudah ikut seleksi internasional, tapi gagal di tahap pertama. Jadi, kesempatan saya sudah habis. Kalau nyesel sih ada, tapi ya sudah, mau bagaimana lagi. Mungkin nanti saya ikut lomba-lomba ketika kuliah, terutama yang berkaitan dengan kedokteran,” pungkas Shireen. (jar/ynu)
Editor : M. Subchan Abdullah