Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Kisah Warga Selopuro Blitar Ini Jadi Inspirasi Para Petani untuk Budi Daya Pisang Cavendish

Fajar Rahmad Ali Wardana • Senin, 7 April 2025 | 22:00 WIB
POTENSI: Pisang Cavendish memiliki permintaan pasar yang tinggi.
POTENSI: Pisang Cavendish memiliki permintaan pasar yang tinggi.

 

BLITAR - Sektor pertanian di Kabupaten Blitar semakin menunjukkan potensinya sebagai pengungkit ekonomi daerah. Salah satu komoditas unggulan yang kini banyak diminati petani adalah pisang cavendish.

Keunggulan varietas pisang cavendish ini terletak pada harga jual yang stabil serta pasarnya yang luas, terutama di supermarket dan ekspor. Tingginya minat petani terhadap varietas ini tak lepas dari daya tahannya terhadap fluktuasi harga.

Berbeda dengan komoditas lain seperti cabai atau bawang merah yang kerap mengalami lonjakan dan penurunan drastis, harga pisang cavendish cenderung lebih stabil. Selain itu, dengan sistem kemitraan, para petani tak perlu khawatir soal pemasaran.

Salah satu petani pisang cavendish di Desa/Kecamatan Selopuro, Misdiono mengaku, menanam pisang cavendish sangat menguntungkan.

"Kalau melalui mitra perusahaan, pemasarannya lebih mudah. Mereka yang menyebar dan memasarkan, jadi hasil panen bisa langsung masuk ke berbagai pasar modern," ujar Misdiono.

Dia menceritakan, perawatan pisang cavendish tidak jauh berbeda dengan pisang lokal lainnya. Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, seperti intensitas penyiraman air dan paparan sinar matahari yang cukup. "Kita juga pakai obat agar daun pisang tidak mudah layu karena virus," tambahnya.

Dengan memiliki sekitar 500 pohon pisang cavendish, Misdiono mampu memanen sekitar 1 ton pisang setiap minggu. Jika dikalkulasikan,  bisa mengantongi pendapatan sekitar Rp 12 juta dalam sebulan dari penjualan pisang cavendish.

"Mulai tanam hingga panen pertama butuh waktu sekitar sembilan bulan. Setelah itu, panen bisa dilakukan setiap minggu selama dua bulan sebelum menunggu anakan pisang tumbuh lagi," paparnya.

Tak hanya buahnya yang laris manis di pasaran, benih pisang cavendish juga banyak dicari. Menurut Misdiono, semakin banyak petani dari luar daerah yang datang ke Desa Selopuro untuk mendapatkan bibit unggul. Tingginya permintaan bibit ini membuka peluang usaha baru bagi para petani. Tak sedikit yang kini mulai fokus pada pembibitan pisang cavendish untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Menurut data dari Dinas Pertanian Kabupaten Blitar, tren penanaman pisang cavendish terus meningkat dalam dua tahun terakhir. Hal ini disebabkan oleh permintaan pasar yang terus tumbuh, baik di dalam negeri maupun untuk ekspor.

Meski menjanjikan keuntungan besar, ada tantangan tersendiri bagi petani pisang cavendish, terutama dalam hal pemasaran dan stabilitas harga. Maka kemitraan dengan perusahaan atau koperasi menjadi solusi bagi petani untuk memastikan hasil panen mereka terserap pasar.

Dengan adanya sistem kemitraan, petani tidak perlu khawatir akan kelebihan produksi atau harga jual yang fluktuatif. Perusahaan mitra biasanya sudah memiliki jaringan distribusi yang luas, sehingga pemasaran bisa lebih terjamin.

"Pisang cavendish ini bisa jadi masa depan pertanian di Blitar. Kalau dikelola dengan baik, bisa meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mengangkat ekonomi daerah," pungkasnya.(*/din)

 

Editor : M. Subchan Abdullah
#petani #sektor pertanian #Kabupaten Blitar #blitar #budi daya #inspirasi #Kecamatan Selopuro #pisang cavendish #komoditi