Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Rumah Burung Hantu Ini Beri Manfaat Positif Bagi Pertanian di Blitar, Ini Harapan Para Petani

Fajar Rahmad Ali Wardana • Senin, 7 April 2025 | 23:00 WIB
BERFUNGSI: Rumah burung hantu di Desa Kerjen, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar.
BERFUNGSI: Rumah burung hantu di Desa Kerjen, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar.

BLITAR – Keberadaan rumah burung hantu hingga kini masih memberikan manfaat untuk petani. Yakni bisa meminimalkan hama tikus yang menyerang lahan pertanian.

“Masih berfungsi hingga kini. Ada memafaat dirasakan petani. Burung hantu tetap ada,” ungkap salah satu petani, Ali Mustofa, Selasa (25/3/2025).

Warga Desa Kerjen, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, ini  mengaku, keberadaan rumah burung hantu di sekitar sawahnya antara tahun 2003 hingga 2004. Untuk kondisinya memang berfungsi meski terlihat kusam.

Di lokasi tersebut ada sekitar empat burung hantu. Rata-rata mereka datang pukul 19.00 hingga 04.00 untuk memantau tikus.

Burung hantu itu akan nangkring beberapa waktu melihat sekitar sawah. Jika ada mangsa akan menyergap.  

Dia mengaku, saat ini memang belum masanya bertelur burung hantu. Biasanya April mulai bertelur dan Juni akan lahir.

“Saya sudah hafal untuk aktivitas burung hantu di sekitar sawah saya. Memang dekat dan rutin melihat kalau ke sawah,” ungkapnya.

Dia berharap, rumah burung hantu akan diperbanyak pemeritah. Sebab merupakan pembasmi hama alami.

Jika semakin banyak burung hantu, tikus-tikus yang berkeliaran di sawah akan berkurang dengan drastis.

Meski demikian, sebagai petani tetap tidak fokus dengan hama. Perawatan rutin tetap dilakukan normal. Yakni bertujuan agar bisa panen.

Dia mengaku, saat ini memang tidak menanam padi dan memilih cabai. Sebab untuk kebutuhan air tidak begitu banyak.

 

Berbeda ketika musim hujan, tentu menanam padi akan lebih tepat. “Ada beberapa petani masih tanam padi. Hasilnya ya tumbuh, tapi untuk penaen belum tahu,” pungkasnya. (jar/din)

            

 

Editor : M. Subchan Abdullah
#petani #hama tikus #Kabupaten Blitar #burung hantu #rumah #pertanian